30 Juli 2016

Tarif Pajak PPh Pasal 21 Atas Penghasilan Yang Diterima Oleh Penerima Pensiun Berkala Yang Dibayarkan Secara Bulanan

Tarif Pajak PPh Pasal 21 Atas Penghasilan Yang Diterima Oleh Penerima Pensiun Berkala Yang Dibayarkan Secara Bulanan adalah :
Berdasarkan Pasal 17 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan, yaitu :
Lapisan Penghasilan Kena Pajak
Tarif Pajak
sampai dengan Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah)
5%
(lima persen)
di atas Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) sampai dengan Rp250.000.000,00 (dua ratus lima puluh juta rupiah)
15%
(lima belas persen)
di atas Rp 250.000.000,00 (dua ratus lima puluh juta rupiah) sampai dengan Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah)
25%
(dua puluh lima persen)
di atas Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah)
30%
(tiga puluh persen)

Contoh Perhitungan PPh Pasal 21 Atas Penghasilan Yang Diterima Oleh Penerima Pensiun Berkala Yang Dibayarkan Secara Bulanan Tahun Pajak 2016  :
Sutono sebagai pensiunan yang memperoleh uang pensiun bulanan dari Dana Pensiun Mandiri dengan status menikah tanpa anak memperoleh penghasilan bulanan berupa uang pensiun sebesar Rp.6.000.000,-  setiap bulan

PPh Pasal 21  Terutang Atas Uang Pensiun adalah :
Pensiun 1 bulan
:
6.000.000
Biaya Pensiun
:
200.000
(5 % x 6.000.000 ) (Maksimal 200.000)
Penghasilan Neto sebulan
:
5.800.000
(6.000.000-200.000)
Pensiun 1 Tahun
:
 69.600.000
(12 x 5.800.000)
PTKP (K/0) :
:
 58.500.000
-Diri Sendiri : 54.000.000
-Status Kawin : 4.500.000
Penghasilan Kena Pajak
:
11.100.000
(69.600.000 -58.500.000)
PPh Terutang setahun
:
       555.000
(5 % x 11.100.000)
PPh Pasal 21 sebulan
:
         46.250
(555.000/ 12 )

Jadi PPh Pasal 21 yang harus dipotong oleh Dana Pensiun Mandiri atas penghasilan Sutono adalah :
  • PPh Pasal 21 setahun sebesar Rp. 555.000,-
  • PPh Pasal 21 sebulan sebesar Rp.   46.250,-
Artikel Yang Perlu Diketahui :
Referensi :