Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian Hutang Dagang (Account Payable)

Pengertian Hutang Dagang (Account Payable) 

Pengertian Hutang Dagang (Account Payable) adalah kewajiban perusahaan kepada pihak lain yang harus dipenuhi dalam jangka waktu yang singkat.

Kewajiban ini timbul karena perusahaan membeli secara kredit barang dagangan untuk dijual kembali kepada konsumen .

Istilah hutang dagang biasanya merujuk pada jumlah yang terhutang karena pembelian oleh :

- Perusahaan yang bergerak dibidang industri / pabrik atas pembelian baku atau bahan pembantu.

- Perusahaan yang bergerak dibidang perdagangan barang dagangan atas pembelian barang jadi.

- Perusahaan yang bergerak dibidang Jasa Konstruksi atas pembelian material yang digunakan untuk Penyerahan Jasa Konstruksi.

Hutang dagang tidak dicatat pada waktu pemesanan dilakukan, tetapi hanya pada saat hak pemilikan atas barang-barang tersebut beralih kepada pembeli.

Apabila terdapat potongan pembelian secara tunai, maka hutang dagang harus dilaporkan sebesar jumlah hutang dagang setelah dikurangi potongan tunai.

Apabila dalam pembelian secara kredit tersebut terdapat PPN (Pajak Pertambahan Nilai), maka hutang dagang termasuk PPN.


Contoh Kasus Hutang Dagang (Account Payable)  :

PT. Ardi Karya Abadi adalah perusahaan yang mempunyai kegiatan dibidang usaha penjualan alat listrik.

PT. Ardi Karya Abadi telah terdaftar sebagai Wajib Pajak sekaligus telah dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak.

PT. Maju Jaya Elektrik adalah perusahaan yang mempunyai kegiatan dibidang usaha distributor alat listrik.

Pada 5 Januari 2026 PT. Ardi Karya Abadi membeli alat listrik dari PT. Maju Jaya Elektrik  secara kredit dengan Harga Jual sebesar Rp. 1.000.000.000 belum termasuk PPN.

Perhitungan PPN (Pajak Pertambahan Nilai) :

Harga Jual : 1.000.000.000

DPP PPN : 916.666.667
(11/12 x 1.000.000.000)

PPN : 110.000.000
(12 % x 916.666.667)

Jurnal yang harus dibuat oleh PT.Ardi Karya Abadi :

Debet : 

- Pembelian : 1.000.000.000

- PPN : 110.000.000

Kredit :

- Hutang Dagang : 1.110.000.000


Pada 10 Maret 2026  PT. Ardi Karya Abadi melunasi hutang dagang atas pembelian alat listrik dari PT. Maju Jaya Elektrik dengan nilai sebesar Rp. 1.110.000.000.

Jurnal yang harus dibuat oleh PT.Ardi Karya Abadi :

Debet : 

- Hutang Dagang : 1.110.000.000

Kredit :

- Kas/Bank : 1.110.000.000


Baca Juga :



Referensi :

- Kamus Akuntansi (Dhanny R Cyssco)