Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Alfamart

Cara Bisnis dan Perpajakan Toko Alfamart

I. Cara Bisnis Toko Alfamart

Cara Bisnis Toko Alfamart  meliputi pembahasan mengenai pengertian Bisnis Toko Alfamart, proses pendirian Toko Alfamart dan proses menjalankannya.

A. Pengertian Franchise (Waralaba) Toko Alfamart

Franchise (Waralaba) Toko Alfamart adalah usaha minimarket yang dimiliki dan dioperasikan berdasarkan franchise (waralaba) dari PT.Sumber Alfaria Trijaya Tbk, selaku pemegang merk Alfamart. 

Jadi apabila ingin memiliki Toko Alfamart,  mau tidak mau harus bekerja sama dengan PT.Sumber Alfaria Trijaya Tbk yaitu dengan melakukan kerjasama franchise (waralaba) dengan perjanjian tertentu. 

Dengan kata lain apabila ingin membuka atau memiliki Toko Alfamart, maka harus membayar biaya franchise (waralaba) atau franchise fee kepada PT.Sumber Alfaria Trijaya Tbk.

B. Keuntungan apabila bisnis dengan Franchise (Waralaba) Toko Alfamart 

Keuntungan apabila bisnis menggunakan Franchise (Wara Laba Toko Alfamart) antara lain :
1. Manajemen toko telah diurus oleh PT.Sumber Alfaria Trijaya Tbk, sehingga tidak perlu melakukan perekrutan dan pelatihan karyawan serta pengelolaan toko sendiri.

2. Pasokan barang-barang yang akan dijual ditoko Alfamart selalu terjaga, sehingga tidak kawatir kesulitan pasokan (supply) barang dagangan.

3. Tidak perlu repot mengurus Toko Alfamart karena semua telah diurus pihak oleh PT.Sumber Alfaria Trijaya Tbk, sehingga kita hanya menerima hasil bersih saja.

4. Selain pendapatan utama dari Toko, kita bisa memperoleh pendapatan lain dari sewa tenant atau display produk.

5. Memudahkan promosi kepada konsumen karena Toko Alfamart sudah mempunyai nama (Merk) yang cukup terkenal dan sudah diketahui kualitasnya.

C. Kerugian apabila bisnis dengan Franchise (Waralaba) Toko Alfamart

Kerugian apabila bisnis dengan Franchise (Waralaba) Toko Alfamart antara lain :
1. Untuk memulai bisnis dengan Franchise (Waralaba) Toko Alfamart membutuhkan modal yang cukup besar, karena selain harus menyediakan modal untuk tempat usaha dan display serta supply barang dagangan, selain itu juga harus membayar biaya franchise (franchise fee) yang jumlahnya cukup besar.

2. Untuk mendapatkan pengembalian modal dan keuntungan akan membutuhkan waktu yang cukup lama, karena modal yang dikeluarkan cukup besar.

3. Selain membayar  biaya franchise (franchise fee),  atas penjualan bersih setiap bulan harus dibayarkan royalti kepada PT.Sumber Alfaria Trijaya Tbk, sehingga akan mengurangi keuntungan yang diperoleh.

4. Sebagai pemilik tidak dapat sepenuhnya mengelola Toko Alfamart karena seluruh manajemen dikelola oleh PT.Sumber Alfaria Trijaya Tbk, sehingga apabila kita ingin mengelola sendiri suatu bisnis Toko maka Faranchise Toko Alfamart bukan pilihan yang pas.  Akan tetapi apabila kita ingin mempunyai bisnis toko dan tidak ingin repot mengelolanya, maka Alfamart adalah pilihan yang pas.

D. Syarat Untuk Memiliki Bisnis dengan Franchise (Waralaba) Toko Alfamart

Untuk memiliki Franchise (Waralaba) Toko Alfamart dari PT.Sumber Alfaria Trijaya Tbk, maka kita harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

1. Memiliki minat di Industri Minimarket.

2. WNI (Warga Negara Indonesia)

3. Telah memiliki Badan Usaha berbentuk :

a. PT (Perseroan Terbatas) atau
b. CV (Perseroan Komanditer) atau
c. Koperasi atau
d. Yayasan 

4. Sudah atau akan mempunyai lokasi untuk tempat usaha dengan luas area sales minimal 80 m2 (diluar gudang dan ruang administrasi). Total keseluruhan lahan +/- 150 m2 sampai dengan 250 m2.

5. Memenuhi persyaratan perijinan seperti :
  • Ijin tetangga
  • Ijin domisili
  • SIUP
  • TDP
  • NPWP
  • NPPKP
  • STPUW
  • IUTM (untuk daerah tertentu).
6. Bersedia mengikuti sistem dan prosedur yang berlaku di Alfamart. 

E. Tipe Kerjasama atau Cara untuk memiliki Franchise (Waralaba) Toko Alfamart

Untuk memiliki Franchise (Waralaba) Toko Alfamart, maka PT.Sumber Alfaria Trijaya Tbk selaku pemegang merk Toko Alfamart memberikan 3 (tiga) jenis pilihan investasi, yaitu :

1. Franchise (Waralaba) dengan Toko Baru (Gerai Baru) 

Toko Baru (Gerai baru) adalah gerai yang berupa bangunan baru, biasanya di lokasi hasil usulan dari franchisee.

Apabila Franchise (Waralaba) dengan Toko Baru, maka perkiraan investasi atau modal yang dibutuhkan dengan area penjualan 30 m2 sd 100 m2 adalah sebagai berikut :

No.
Tipe Gerai
Produk
Area Penjualan
Investasi
1
9 rak
1200
30 m2
Rp.300 juta
2
18 rak
1600
60 m2
Rp.350 juta
3
36 rak
3800
80 m2
Rp.450 juta
4
45 rak
4500
100 m2
Rp.500 juta

Khusus untuk lokasi Perkantoran, Apartemen, Rumah Sakit, SPBU, Kampus/Sekolah, Bandara, Stasiun, dan Tempat Wisata dapat menggunakan luas areal dibawah 80 M2.

Nilai investasi tersebut diatas adalah tidak termasuk harga tanah dan bangunan dan dapat  berubah sesuai kondisi pada saat proses pembukaan gerai Alfamart. 

Jadi kalau belum mampunyai bangunan yang akan digunakan untuk Toko Alfamart, maka harus disediakan terlebih dahulu oleh calon pemilik Toko Alfamart. 

Investasi awal tersebut diatas mencakup : 

a. Biaya franchise (waralaba) atau Franchise Fee Rp. 45 juta (empat puluh lima juta rupiah) selama 5 tahun.

b. Instalasi kelistrikan.

c. Peralatan Toko/gerai dan AC (Air Conditioner).
 
d. Sistem informasi ritel.

e. Shop sign dan sign pole.

d. Perijinan Toko/Gerai . 

e. Promosi dan persiapan pembukaan Toko/Gerai. 

Biaya tersebut tidak termasuk biaya atau harga untuk memperoleh lokasi / tempat / Toko / Bangunan yang akan digunakan untuk Toko Alfamart. 

Tahapan atau urutan pembukaan Toko Alfamart dengan Franchise (Waralaba) Toko Baru adalah sebagai berikut: 

a. Presentasi awal.

b. Evaluasi lokasi dan persetujuan.

c. Presentasi proposal.

d. Perjanjian Kerja Sama.

e. Pembukaan Toko .

2. Gerai Konversi 

Gerai Konversi adalah gerai hasil program konversi toko minimarket atau toko kelontong yang ingin mengembangkan usahanya.

Alfamart juga menerima usulan lokasi dari pihak yang ingin berinvestasi.

Program Konversi menawarkan kerjasama franchise (waralaba) kepada pemilik minimarket lokal atau toko kelontong yang ingin mengembankan usahanya. 

Program Gerai Konversi terdiri dari :

a. Pengakuan barang dagangan milik toko minimarket lokal atau toko kelontong sebagai barang dagangan untuk stock pembukaan gerai waralaba Alfamart.

b. Rak milik toko minimarket lokal atau toko kelontong dapat digunakan dan diakui sebagai pengurang biaya investasi (*kriteria rak harus sesuai dengan standar rak gerai Alfamart). 

Tahapan atau urutan pembukaan Toko Alfamart dengan Franchise (Waralaba) Gerai Konversi adalah sebagai berikut:

a. Presentasi Proposal.

b. Stock Opname 1 (pertama)

c. Perjanjian Kerja Sama.

d. Stock Opname 2 (kedua).

e. Pembukaan Toko 

3. Franchise (Waralaba) dengan sistem Take Over Toko yang sudah ada 

Alfamart juga menawarkan “Paket ambil alih” (Take Over), dimana calon Franchisee dapat mengambil alih gerai milik Alfamart yang telah beroperasi dengan baik.  

Biaya investasi sudah termasuk biaya sewa bangunan untuk 5 (lima) tahun, Franchise fee 45 juta untuk 5 (lima) tahun, peralatan gerai dan goodwill.

Besaran investasi yang harus dikeluarkan bergantung kepada :

a. Harga sewa (biaya franchise) untuk lima tahun.

b. Sales (penjualan) harian Toko Alfamart tersebut.

c. Harga/nilai buku fixed asset / aktiva tetap yang ada di toko tersebut.

d. Goodwill yang dimiliki toko tersebut. 

Tahapan/urutan pembukaan Toko Alfamart dengan Franchise (Waralaba) Take Over Toko Alfamart adalah sebagai berikut :

a. Presentasi Proposal.

b. Kesepakatan Pembelian.

c. Pemindahan Perijinan.

d. Kesepakatan Franchise (Waralaba).

e. Pembukaan Toko 

F. Pola Kerjasama antara PT.Sumber Alfaria Trijaya Tbk dengan Penyewa Franchise atau Waralaba Toko Alfamart

Standard Operating Procedure :


Franchisee mengikuti dan akan mematuhi segala Standarisasi dan Kebijakan  Alfamart dalam hal kerjasama waralaba dan pengelolaan toko.
 

Arus Kas :

a. Hasil penjualan disetor setiap hari ke rekening Bank (Escrow Account).

b. Hasil penjualan hanya dipakai untuk pembiayaan arus kas toko Franchisee.

c. Penarikan dana dari Bank (Escrow  Account) dilakukan oleh Alfamart saja. 

d. Jasa giro & pendapatan lain-lain sepenuhnya menjadi hak Franchisee

e. Setiap selesai tutup bulan, Franchisee dapat men-download laporan keuangan (Financial Report).

f. Franchisee dikenakan Biaya Administrasi sebesar Rp 750.000,-./ bulan.

g. Pembayaran kelebihan arus kas tahap pertama setelah 6 bulan, selanjutnya per-3 bulanan. 

Barang Dagangan :

a. Barang dagangan akan dipasok dari Alfamart dan akan dibayarkan sesuai  jatuh temponya (Hutang Dagang). 

b. Barang dagangan tetap menjadi milik Alfamart hingga Hutang Dagang atas Barang Dagangan tersebut dibayarkan.

c. Jenis barang, harga jual, display, stock level dan promosi ditentukan oleh Alfamart. 

Biaya Operasional :

a. Semua biaya operasi harus mengikuti kebijakan dan SOP Alfamart.

b. Ketentuan dalam hak karyawan mengacu pada ketentuan Kementerian Tenaga Kerja RI.

c. Perijinan & Perpajakan Toko Alfamart sesuai dengan ketentuan Pemerintah. 

Kontrak, Royalti & Perpanjangan Franchise atau Waralaba Alfamart :

a. Membayar Franchise Fee Rp 45 Juta untuk masa kontrak selama 5 (lima) tahun.

b. Skema Royalti mulai ditarik Alfamart bila penjualan diatas Rp 150 Juta (Gerai Regular) dan 50 Juta (Gerai Specific).

c. Kontrak & Perpanjangan kelipatan 5 (lima) tahun.

Biaya Royalty Alfamart

Biaya yang harus dikeluarkan oleh Franchisee (Pemilik atau Penyewa Franchise  atau WaralabaToko Alfamart) selain biaya investasi awal yang tersebut diatas adalah juga harus membayar royalty kepada PT.Sumber Alfaria Trijaya Tbk setiap bulan dengan ketentuan sebagai berikut :

a. Ilustrasi Penjualan Bersih Rp.300.000.000 per bulan untuk Gerai Reguler Nasional kecuali Jabodetabek, Karawang dan Serang :

Biaya Royalti

Penjualan Bersih

%

0

sd

150.000.000

0

150.000.001

sd

175.000.000

1

175.000.001

sd

200.000.000

2

200.000.001

sd

250.000.000

3

250.000.001

< 

 

4


Contoh Perhitungan Royalti untuk penjualan sebesar 300.000,000

Hitung

Royalti

150.000.000 x 0 %

0

25.000.000 x 1 %

250.000

25.000.000 x 2 %

500.000

50.000.000 X 3 %

1.500.000

50.000.000 x 4 %

2.000.000

300.000.000

4.250.000

b. Ilustrasi Penjualan Bersih Rp.300.000.000 per bulan untuk Gerai Reguler Jabodetabek, Karawang dan Serang :

Biaya Royalti

Penjualan Bersih

%

0

sd

150.000.000

0

150.000.001

sd

200.000.000

1

200.000.001

sd

250.000.000

2

250.000.001

sd

300.000.000

3

300.000.001

< 

 

4


Contoh Perhitungan Royalti untuk penjualan sebesar 300.000.000

Hitung

Royalti

150.000.000 x 0 %

0

50.000.000 x 1 %

500.000

50.000.000 x 2 %

1.000.000

50.000.000 X 3 %

1.500.000


300.000.000

3.000.000


 c. Ilustrasi Penjualan Bersih Rp.150.000.000 per bulan untuk Gerai Convinience :

Biaya Royalti

Penjualan Bersih

%

0

sd

50.000.000

0

50.000.001

sd

100.000.000

1

100.000.001

sd

200.000.000

2

200.000.001

sd

300.000.000

3

300.000.001

< 

 

4


Contoh Perhitungan Royalti untuk penjualan sebesar 150.000.000

Hitung

Royalti

50.000.000 x 0 %

0

50.000.000 x 1 %

500.000

50.000.000 x 2 %

1.000.000

150.000.0001.500.000

Royalty yang telah dibayarkan  ke PT.Sumber Alfaria Trijaya Tbk dihitung secara progresif, tergantung kepada jumlah penjualan bersih bulanan gerai/toko yang bersangkutan dan tidak termasuk pajak.

G. Permasalahan yang sering terjadi dalam Bisnis dengan Franchise (Waralaba) Toko Alfamart

Permasalahan yang sering terjadi dalam Bisnis dengan Franchise (Waralaba) Toko Alfamart antara lain :

a. Apabila perizinan belum beres tetapi Toko Alfamart tetap dibuka, hal ini biasanya menimbulkan penolakan dari warga di sekitar Toko atau Pemerintah Daerah sehingga seringkali Izin Pendirian Toko Alfamart tersebut akhirnya ditolak sehingga pemilik Toko Alfamart mengalami kerugian karena investasinya tidak dapat kembali. Oleh karena itu pastikan semua perizinan telah beres sebelum Toko Alfamart dibuka.

b. Pada beberapa lokasi Toko Alfamart mengalami perampokan atau pencurian dan penipuan, sehingga penting sekali memperhatikan aspek keamanan dari Toko Alfamart. Apalagi jika Toko Alfamart buka 24 jam.

c. Banyaknya pesaing yang mendirikan Toko sejenis Toko Alfamart di dekat Toko anda sehingga omzet/penjualan harian turun. Hal ini perlu segera diantisipasi, kalau tidak Toko Alfamart anda akan mengalami kerugian. 

II. Perpajakan Untuk Bisnis Alfamart

Apabila ingin bisnis toko dengan menggunakan franchise (waralaba) Alfamart, maka tidak boleh melupakan kewajiban pajak yang melekat pada bisnis tersebut.

Kewajiban perpajakan dimulai sejak akan memulai bisnis franchise (waralaba) Alfamart sampai dengan berhentinya kegiatan bisnis.

Kewajiban perpajakan yang menjadi kewajiban franchise (waralaba) Alfamart meliputi :

1. NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)

Apabila kita akan memulai bisnis dengan franchise (waralaba) Alfamart, maka yang pertama kali yang harus diputuskan adalah bentuk badan usaha yang akan digunakan untuk bisnis franchise (waralaba) Alfamart tersebut.

Badan usaha yang bisa dipilih antara lain :

a. PT (Perseroan Terbatas) atau
b. CV (Perseroan Komanditer) atau
c. Koperasi atau
d. Yayasan 

Setelah memilih badan usaha yang akan digunakan untuk bisnis franchise (waralaba) Alfamart, maka harus segera mendirikan badan usaha tersebut dengan akte notaris kemudian didaftarkan ke Kantor Pelayanan Pajak untuk mendapatkan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak).

Jika akan mendaftarkan Badan Usaha untuk memperoleh NPWP, maka salah satu pengurus harus terlebih dahulu memiliki NPWP.

2. NPPKP (Nomor Pokok Pengusaha Kena Pajak)

Pada saat mendaftarkan diri untuk menjadi Wajib Pajak Badan dengan memperoleh NPWP, biasanya PT.Sumber Alfaria Trijaya Tbk akan mewajibkan Badan Usaha yang akan bisnis franchise (waralaba) Alfamart untuk sekalian mendaftarkan diri menjadi PKP (Pengusaha Kena Pajak).

Dengan menjadi PKP (Pengusaha Kena Pajak) maka semua Pajak Masukan atas pembelian BKP (Barang Kena Pajak) bisa diperhitungkan dengan Pajak Keluaran atas Penjualan Barang Kena Pajak.

3. PPh (Pajak Penghasilan) Pasal 21

PPh Pasal 21 dikenakan atas biaya pegawai yang jumlahnya diatas PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak).

Kewajiban PPh Pasal 21 adalah memotong dan menyetorkan PPh Pasal 21 ke bank persepsi atau kantor pos paling lambat tanggal 10 bulan berikut.

Selain itu juga harus melaporkan SPT Masa PPh Pasal 21 ke Kantor Pelayanan Pajak paling lambat tanggal 20 bulan berikut.

4. PPh (Pajak Penghasilan) Pasal 23

Wajib Pajak Badan Toko Alfamart mempunyai kewajiban untuk melakukan pemotongan PPh Pasal 23 atas pembayaran franchise fee kepada PT.Sumber Alfaria Trijaya Tbk pada saat pengajuan franchise (waralaba) Alfamart.

Selain itu mempunyai kewajiban pemotongan PPh Pasal 23 atas pembayaran royalti setiap bulan berdasarkan Penjualan bersih kepada PT.Sumber Alfaria Trijaya Tbk.

Kewajiban PPh Pasal 23 adalah memotong dan menyetorkan PPh Pasal 23 ke bank persepsi atau kantor pos paling lambat tanggal 10 bulan berikut.

Selain itu juga harus melaporkan SPT Masa PPh Pasal 23 ke Kantor Pelayanan Pajak paling lambat tanggal 20 bulan berikut.

5. PPh (Pajak Penghasilan) Final Berdasarkan PP 23 Tahun 2018

Wajib Pajak Badan Toko Alfamart yang mempunyai kewajiban Pajak Penghasilan Badan berdasarkan PP (Peraturan Pemerintah) Nomor 23 Tahun 2018 wajib membayar PPh Final sebesar 0,5 % x Penjualan Bruto setiap bulan.

Pembayaran PPh Final PP 23/2018 paling lambat tanggal 15 bulan berikut.

Penghasilan yang diterima Wajib Pajak Badan Toko Alfamart harus dilaporkan dalam SPT Tahunan PPh Badan paling lambat tanggal 30 April.

6. PPh (Pajak Penghasilan) Pasal 25/29

Wajib Pajak Badan Toko Alfamart yang mempunyai kewajiban Pajak Penghasilan Badan berdasarkan Pasal 17 dan 31E Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan wajib membayar PPh Pasal 25 setiap bulan.

Pembayaran PPh Pasal 25 paling lambat tanggal 15 bulan berikut.

Penghasilan yang diterima Wajib Pajak Badan Toko Alfamart harus dilaporkan dalam SPT Tahunan PPh Badan paling lambat tanggal 30 April.

7. PPN (Pajak Pertambahan Nilai)

Wajib Pajak Badan Toko Alfamart yang mempunyai kewajiban PPN wajib membuat Faktur Pajak, melaporkan Pajak Keluaran dan Pajak Masukan serta menyetor PPN yang kurang dibayar setiap bulan.

Pembayaran PPN paling lambat sebelum SPT Masa PPN dilaporkan.

SPT Masa PPN  harus dilaporkan paling lambat pada akhir bulan berikut.

Artikel Yang Terkait :

Referensi :

4. alfamartku.com