4 April 2015

Akuntansi Indonesia Telah Banyak Belajar Dari Krisis Dunia

Sektor akuntansi Indonesia telah belajar banyak dari krisis dunia yang berlangsung tahun 1999 silam, sehingga negara ini bisa mengantisipasi krisis beruntun berikutnya yang terjadi di tingkatan global. Perbaikan sektor akuntansi menjadi salah satu langkah strategis yang dilakukan pemerintah dan sektor korporasi Indonesia, untuk membenahi fundamental keuangan mereka menghadapi ancaman krisis.

Demikian penegasan dari Executive Director of Professional Standards International Federation of Accountants (IFAC) James Sylph ketika menjadi narasumber dalam seminar "Perkembangan Terkini Profesi Akuntan Indonesia di Graha Akuntan, Kamis, 22 Maret 2012.

James mengutarakan keberhasilan Indonesia lepas dari krisis utang yang menimpa negara-negara dunia di tahun 2008, 2009, dan 2012 ini, karena stakholders keprofesian banyak belajar, kemudian melakukan pembenahan secara optimal.

"Suksesnya konvergensi IFRS sesuai target pada tahun 2012, menunjukkan Indonesia betul-betul serius untuk membenahi sektor akuntansinya" ungkapnya.

James mengungkapkan pula sektor pemerintah menunjukkan komitmen membenahi sektoral akuntansi. Terbukti dengan itikad mereka untuk melakukan penyusunan standar akuntansi pemerintahan berbasis accrual, dan mengimplementasikan bertahap secara optimal. Standar tersebut menjadi kerangka bagi institusi pemerintah untuk melaporkan posisi keuangan mereka secara transparan, akurat, dan komprehensip.

Dia menekankan pentingnya beradaptasi dengan kondisi lingkungan bisnis, perkembangan auditing, etika, dan membangun reputasi dan kredibilitas dalam membangun nama baik keprofesian.

"Indonesia sudah lebih baik dalam segi akuntansi, Indonesia banyak belajar dari krisis dan menunjukkan perubahan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya."

Sementara itu Chairman The International Auditing and Assurance Standard Board Prof. Arnold Schilder mengutarakan Indonesia harus membangun pula standar auditing berskala internasional agar sejajar dengan negara-negara dunia lainnya. Dia mengatakan perkembangan akuntansi Indonesia akan semakin cepat dan dinamis, bila mereka mengadopsi standar maupun regulasi yang berlaku dalam skala global. Dengan begitu Indonesia akan mejadi diperhitungkan dalam lingkungan bisnis global.

Arnold menegaskan kualitas audit dan penggunaan skeptisme profesional secara optimal menjadi sangat penting bagi auditor agar hasil audit mereka bisa dipertanggungjawabkan kepada publik.




Referensi :
iaiglobal.or.id