11 Oktober 2016

Kapan dan Bagaimana Cara Mulai Persiapan Pensiun


Seringkali siapa saja yang jika diberikan pertanyaan apakah sudah mempersiapkan pensiun tidak mau menjawab dengan tegas. Paling jawabannya saya belum memikirkannya, masih lama kok pensiunnya atau ngapain mikir pensiun yang penting kan kerja keras dan banyak nabung serta nanti saja persiapannya kalau sudah menjelang pensiun. Apakah benar demikian ? mari kita kupas satu demi satu.

Pengertian Pensiun

Pengertian pensiun adalah keadaan dimana seseorang sudah tidak bekerja atau menjalankan bisnis lagi akan tetapi ia dapat memenuhi kebutuhannya sendiri karena memperoleh penghasilan rutin dari uang pensiun atau uang tabungan atau sumber lainnya. Jadi pensiun tidak berarti usia sudah tua. Usia masih mudapun sudah dapat pensiun. Sehingga apabila anda sebagai PNS atau Pegawai Swasta sudah pensiun dari tempat bekerja tetapi kemudian bekerja lagi ditempat lain berarti anda belum pensiun. Sebaliknya apabila anda sudah tidak bekerja lagi tetapi tidak memperoleh penghasilan rutin setiap bulan berarti bukan pensiunan tetapi pengangguran (mohon maaf).

Umur Berapa Sebaiknya Pensiun
Kalau anda Pegawai Negeri Sipil maka pensiun dimulai pada umur 58 tahun atau bisa saja umur 60 tahun tetapi pada umur 50 tahun dapat mengajukan pensiun dini, kalau Pegawai Swasta atau BUMN biasanya tidak jauh beda dengan Pegawai Negeri Sipil. Bagaimana kalau anda Pengusaha, ya tergantung anda sendiri mau pensiun umur berapa.
Setiap orang mempunyai alasan sendiri-sendiri untuk menentukan kapan sebaiknya mulai pensiun, apakah diusia muda atau tua. Karena ada orang yang kepingin pensiun muda sehingga dapat menikmati sisa hidupnya sesuai dengan keinginannya misalnya bepergian ke suatu tempat dalam waktu lama yang tentu saja tidak bisa dilakukan jika masih bekerja. Tetapi ada juga yang ingin terus bekerja sampai umur berapapun yang penting masih kuat bekerja bahkan sudah umur 70 tahunpun masih bekerja. Mana yang lebih baik, semua kembali ke diri anda sendiri mau cepat atau lambat semuanya baik tergantung selera masing-masing.

Mengapa Harus Melakukan Persiapan Pensiun
Kalau kita perhatikan saat ini inflasi semakin tinggi yang menyebabkan biaya hidup makin besar. Bayangkan saja dulu tahun 1995 waktu saya masih kuliah harga nasi ayam satu porsi cuma Rp.900,00. Sedangkan sekarang sudah mencapai Rp.9.000,00 bahkan lebih berapa inflasi yang terjadi mencapai 1.000 %, besar sekali kan. Terus bagaimana kalau kita pensiun nanti berapa besar kenaikan inflasi dibandingkan sekarang. Padahal pada saat pensiun, maka beberapa biaya yang harus disiapkan antara lain :
  • Biaya kesehatan.
Biasanya pada saat pensiun umur sudah mulai tua dan kesehatan akan semakin menurun sehingga kebutuhan akan biaya untuk menjaga kesehatan dan berobat apabila sakit makin besar.
  • Biaya kebutuhan sehari-hari.
Pada saat pensiun kebutuhan sehari-hari tetap saja harus dipenuhi, misalkan biaya makan, minum, listrik, telepon, transportasi dan jangan lupa biaya perawatan rumah serta biaya sosial lainya.
  • Biaya anak dan cucu
Jangan dilupakan biaya yang dikeluarkan untuk anak anda apabila pada saat pensiun ada anak yang belum bisa mandiri sehingga perlu dibantu oleh orang tuanya, misalnya masih sekolah atau belum mempunyai pekerjaan. Juga apabila ada cucu yang ikut kakeknya yang sudah pensiun tentu saja akan menimbulkan biaya tambahan.
Biaya-biaya yang harus dikeluarkan oleh seorang pensiunan tersebut diatas tentu saja tidak sedikit padahal perlu diketahui bahwa jumlah uang pensiun yang diterima oleh pensiunan PNS, Pegawai Swasta atau Pegawai BUMN biasanya jumlahnya tidaklah besar. Rata-rata dibawah Rp.5 juta perbulan bahkan ada yang dibawah Rp 3 juta perbulan sehingga kemungkinan besar tidak cukup untuk mencukupi biaya hidup sebagai pensiunan. Oleh karena itu perlu sekali untuk mempersiapkan pensiun terlebih dahulu akan pada saat pensiun nanti dapat memperoleh penghasilan selain dari uang pensiun atau uang pensiun cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sebagai pensiunan.

Kapan Harus Mulai Melakukan Persiapan Pensiun
Karena kebutuhan untuk biaya hidup selama pensiun tidaklah kecil, maka diperlukan waktu persiapan pensiun yang lama. Oleh karena itu persiapan pensiun sebaiknya dimulai sejak mulai bekerja atau berbisnis sehingga dapat merancang penghasilan yang akan diterima pada saat pensiun sedini mungkin.

Bagaimana Cara Melakukan Persiapan Pensiun
Setiap pensiunan akan menghadapi dua hal yaitu tingginya biaya hidup dan kecilnya penghasilan yang diterima setelah pensiun, sehingga persiapan pensiunpun dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu :

  • Persiapan pensiun dengan cara mengecilkan biaya setelah pensiun, terdiri dari :
  1. Jaga selalu kesehatan tubuh sejak dari muda, seperti tidak merokok, tidak makan makanan yang dapat menyebabkan penyakit, selalu berolahraga dan hidup yang sehat sehingga pada saat pensiun masih sehat terus yang akhirnya akan meminimalkan biaya kesehatan.
  2. Tidak bergaya hidup boros sesuaikan dengan penghasilan anda, sehingga pada saat pensiun tidak kaget karena penghasilan pensiunan tidaklah besar dan biaya hidup dapat diminimalkan. Karena orang yang biasa pengeluarannya besar biasanya tidak dapat serta merta mengecilkan biaya pengeluarannya.
  3. Segera menikah dengan pasangan anda apabila umur sudah cukup karena apabila menikah terlambat, maka pada saat pensiun anak anda masih belum bisa mandiri sehingga biaya hidupnya harus ditanggung anda menyebabkan biaya hidup sebagai pensiunan bertambah berat. Lain halnya kalau menikah tepat waktu maka pada saat pensiun anak sudah dapat mandiri sehingga anda tidak perlu menanggung biaya hidup anak lagi. Berapa umur ideal untuk menikah tidak ada yang pasti yang penting pada saat pensiun anak anda harus sudah bekerja semua silahkan hitung sendiri.
  • Persiapan pensiun dengan cara menambah penghasilan setelah pensiun tanpa harus bekerja lagi, terdiri dari :
  1. Sisihkan penghasilan setiap bulan secara rutin untuk saat pensiun yang jumlah sesuaikan dengan penghasilan anda yang penting tidak boleh digunakan dalam kondisi apapun. Penghasilan tersebut dapat disimpan dalam bentuk tabungan, deposito atau emas batangan.
  2. Investasikan uang anda pada portofolio yang memberikan imbal hasil yang baik tetapi dengan risiko yang rendah. Seperti deposito pada bank yang bonafit, emas batangan, obligasi pemerintah dan tanah/bangunan. Uang yang di investasikan adalah uang yang tidak digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari alias uang yang nganggur. Investasi yang baik adalah yang dapat memberikan imbal hasil dalam jangka panjang dan jangka pendek. Seperti bangunan toko pada lokasi yang strategis yang dalam jangka pendek memberikan penghasilan sewa dan dalam jangka panjang memberikan keuntungan apabila bangunan toko tersebut dijual.
  3. Ikutlah asuransi kesehatan, karena dengan mengikuti asuransi kesehatan, maka apabila anda pada saat pensiun jatuh sakit akan memperoleh jaminan kesehatan yang lebih baik serta biaya rumah sakit dapat ditanggung oleh perusahaan asuransi sehingga biaya untuk kesehatan yang harus kita tanggung menjadi lebih kecil.
  4. Apabila anda tidak dapat investasi, sebaiknya selain mengikuti program pensiun dari perusahaan anda, juga mengikuti program pensiun yang diselenggarakan oleh bank-bank yang bonafit. Sehingga pada saat pensiun anda memperoleh uang pensiun dari beberapa sumber.
Artikel Yang Perlu Diketahui :