20 April 2014

Pengertian Sewa Yang Diterima Dimuka (Rent Collected In Advance)

Pengertian Sewa Yang Diterima Dimuka (Rent Collected In Advance) adalah :
Sewa yang sebetulnya belum merupakan hak perusahaan, tapi jumlah uang sewa tersebut sudah terlebih dahulu diterima oleh perusahaan.

Sewa Yang Diterima Dimuka (Rent Collected In Advance) digolongkan dalam Current Liabilities (Utang Jangka Pendek).
Perusahaan yang mempunyai kegiatan usaha menyewakan asset/aktiva tetap yang dimilikinya, kadang kala menerima pembayaran uang sewa untuk jangka waktu yang melebihi periode pembukuannya atau bisa juga uang sewa diterima sebelum masa sewa berlaku.  Sehingga atas uang sewa yang diterima oleh perusahaan tersebut harus dicatat sebagai Sewa Yang Diterima Dimuka (Rent Collected In Advance) karena belum menjadi pendapatan perusahaan pada periode yang bersangkutan.

Contoh Sewa Yang Diterima Dimuka (Rent Collected In Advance) adalah sebagai berikut :
CV Abadi Jaya memiliki mesin fotocopy yang disewakan kepada CV Cepat Agis untuk jangka waktu 4 tahun mulai Januari 2014 sampai dengan Desember 2017 dengan nilai sewa sebesar Rp. 10.000.000,- . Pembayaran diterima pada tanggal 2 Januari 2014.
Pencatatan yang dilakukan oleh CV Abadi Jaya adalah sebagai berikut :
Tanggal 2 Januari 2014 :
Jurnal :
Kas

10.000.000


Sewa Diterima Dimuka

10.000.000

Apabila CV Abadi Jaya merupakan Pengusaha Kena Pajak maka atas sewa diterima dimuka tersebut harus dibuatkan faktur pajak dan dipungut PPN dengan perincian sebagai berikut :
Dasar Pengenaan Pajak (DPP)
:
10.000.000
Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
:
1.000.000
(10 % x 10.000.000)


Sehingga Tagihan uang sewa selama 4 tahun yang harus dibayarkan oleh CV Cepat Agis kepada CV Abadi Jaya  adalah sebagai berikut :
Sewa selama 4 Tahun
:
10.000.000
PPN
:
1.000.000
Total Sewa selama 4 tahun
:
11.000.000

Jurnal  apabila ada PPN :
Kas

11.000.000


Sewa Diterima Dimuka

10.000.000

PPN

1.000.000

Tanggal 31 Desember  2014 :
Jurnal :
Sewa Diterima Dimuka

2.500.000


Pendapatan Sewa

2.500.000

CV Abadi Jaya pada tahun 2014 mengakui adanya pendapatan sewa sebesar Rp. 2.500.000,- dengan perhitungan sebagai berikut :
Sewa Tahun 2014
:
2.500.000
Sewa Tahun 2015
:
2.500.000
Sewa Tahun 2016
:
2.500.000
Sewa Tahun 2017
:
2.500.000
Total Pendapatan Sewa
:
10.000.000

Sehingga pada neraca per 31 Desember 2014 diakui adanya sewa yang diterima dimuka di posisi pasiva sebesar Rp.7.500.000,-
Pada Laporan Laba Rugi diakui adanya pendapatan sewa sebesar Rp.2.500.000,-

Artikel Yang Perlu Diketahui :
Referensi :
  • Kamus Istilah Akuntansi (Dhanny R Cyssco)