01 May 2018

Syarat Kelengkapan Pelaporan e-SPT Tahunan PPh Badan (e-SPT 1771 Rupiah / 1771 $) Yang Disampaikan Dengan Menggunakan Media Elektronik


Syarat Kelengkapan Pelaporan e-SPT Tahunan PPh Badan (e-SPT 1771 Rupiah / 1771 $) Yang Disampaikan Dengan Menggunakan Media Elektronik dapat diterima di Kantor Pelayanan Pajak untuk Tahun Pajak 2017 adalah sebagai berikut :

No
Nama/Bentuk
Lampiran/Formulir
Keterangan
I.
Formulir SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Badan/SPT Induk (Formulir 1771 atau 1771/$)
Harus disampaikan setelah diisi lengkap dan ditandatangani oleh Wajib Pajak atau kuasanya pada
kolom yang tersedia sesuai dengan data dalam Media Digitalnya.
II.
Media Digital yang
berisi :
1.
Dokumen Elektronik
SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Badan/SPT Induk
(Formulir 1771 atau
1771/$)
Harus diisi sesuai dengan Formulir SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Badan (SPT 1771 atau SPT 1771/$ Induk).
2.
Dokumen Elektronik
Lampiran I SPT
Tahunan PPh Wajib
Pajak Badan/SPT Induk (Formulir 1771 - I atau 1771 - I/$)
Harus diisi sebagai dasar penghitungan penghasilan neto
fiskal. Dalam hal terdapat elemen yang tidak dapat diisi, elemen tersebut diisi angka 0 (nol).
3.
Dokumen Elektronik
Lampiran II SPT
Tahunan PPh Wajib
Pajak Badan  (Formulir 1771 - II atau 1771 - II/$)
Harus diisi sesuai dengan lampiran 1771-I atau 1771-1/$ angka 1 huruf b, huruf c, dan huruf f. Dalam hal terdapat elemen yang tidak diisi, diisi angka 0 (nol).
4.
Dokumen Elektronik
Lampiran III SPT
Tahunan PPh Wajib
Pajak Badan/ (Formulir 1771 - III atau 1771 - 111/$)
Harus diisi dengan rincian bukti pungut PPh Pasal 22 dan Bukti Potong PPh Pasal 23 yang telah dibayar melalui
pemotongan /pemungutan oleh pihak lain (tidak termasuk
yang bersifat final). Dalam hal tidak ada penghasilan yang
dipotong/dipungut diisi angka 0 (nol).
5.
Dokumen Elektronik
Lampiran IV SPT
Tahunan PPh Wajib
Pajak Badan/SPT Induk (Formulir 1771 - IV atau 1771 - IV/$)
Harus diisi apabila Wajib Pajak menerima / memperoleh
penghasilan yang dikenakan PPh Final dan penghasilan
yang tidak termasuk objek pajak. Dalam hal terdapat  elemen yang tidak dapat diisi, elemen tersebut diisi angka 0 (nol).
6.
Dokumen Elektronik
Lampiran V SPT
Tahunan PPh Wajib
Pajak Badan/ (Formulir 1771 - V atau 1771 - V/$)
Harus diisi dan disampaikan dengan mengisi secara lengkap dan rinci daftar pemegang saham /pemilik modal dan jumlah dividen yang dibagikan, dan Daftar Susunan Pengurus dan Komisaris.
Catatan:
Daftar tersebut harus mencantumkan NPWP sebagai syarat kelengkapan SPT.
Untuk pemegang saham/pemilik
modal, pengurus dan komisaris yang tidak memiliki NPWP
(misalnya WP luar negeri atau WP yang penghasilannya di
bawah PTKP" diisi dengan "Tidak Ada".
7.
Dokumen Elektronik
Lampiran VI SPT
Tahunan PPh Wajib
Pajak Badan/SPT Induk (Formulir 1771 - VI atau 1771 - VI/$)
Harus diisi apabila Wajib Pajak menyertakan modal pada
perusahaan yang memiliki hubungan istimewa atau
memperoleh/memberikan pinjaman dari/kepada
pemegang saham dan atau perusahaan yang memiliki
hubungan istimewa. Apabila tidak ada penyertaan dan atau pinjaman dimaksud, kolom Nama dan Alamat diisi dengan Tidak Ada.
8.
Dokumen Elektronik

Daftar Penghitungan
Penyusutan / Amortisasi (Lampiran Khusus 1A/1B)
Harus disampaikan apabila SPT melakukan penyusutan / amortisasi.
9.
Dokumen Elektronik

Perhitungan Kompensasi
Kerugian Fiskal
(Lampiran Khusus
2A/2B)
Harus diisi dan disampaikan apabila Wajib Pajak  mempunyai hak kompensasi kerugian fiskal dari tahun-tahun pajak yang lalu.
10.
Dokumen Elektronik

Pernyataan Transaksi
Dalam Hubungan
Istimewa dan/atau
Transaksi dengan Pihak yang merupakan
Penduduk Negara Tax Haven Country
(Lampiran Khusus
3A/3B, 3A-1/3B-1, 3A- 2/3B-2 )
Harus diisi dan disampaikan apabila Wajib Pajak mengisi
Induk SPT 1771 Bagian G Angka 16.a.
11.
Dokumen Elektronik

Daftar Fasilitas
Penanaman Modal
(Lampiran Khusus
4A/4B)
Harus disampaikan oleh Wajib Pajak yang memperoleh
fasilitas penanaman modal
12.
Dokumen Elektronik

Daftar Cabang Utama Perusahaan (Lampiran Khusus 5A/5B)
Harus disampaikan oleh Wajib Pajak yang mempunyai kantor-kantor cabang atau tempat-tempat usaha di luar kantor pusatnya.
13.
Dokumen Elektronik

Obyek PPh Pasal 26 ayat (4) (Lampiran Khusus 6A/6B)
Harus diisi dan disampaikan oleh semua Wajib Pajak Bentuk Usaha Tetap.

Catatan:
Bukti Pembayaran Pajak harus dilampirkan apabila Pasal 26 ayat (4) tersebut di atas terutang.
14.
Dokumen Elektronik

Kredit Pajak Luar Negeri (Lampiran Khusus 7A/7B)
Harus disampaikan dan diisi dengan lengkap dalam hal memperoleh penghasilan dan telah dikenakan pajak diluar negeri
15.
Dokumen Elektronik

Transkrip Kutipan atas Elemen-Elemen Laporan Keuangan (Lampiran Khusus 8A-1/8B-1, 8A-
2/8B-2, 8A-3/8B-3, 8A- 4/8B-4, 8A-5/8B-5, 8A- 6/88-6, 8A-7,8B-7,8A-8/8B-8)
Harus diisi dan disampaikan berdasarkan laporan keuangan Wajib Pajak.
III
Lampiran Yang
Disyaratkan
1.
Bukti Pembayaran Pajak (PPh Pasal 29)
Harus disampaikan apabila pada huruf D angka 11.a. dari
SPT Induk (Formulir 1771 atau 1771/$) menunjukkan ada
PPh yang kurang dibayar. Dalam hal :
1.   SPT Nihil atau SPT Lebih Bayar; atau
2.   Seluruh pajak penghasilan Wajib Pajak ditanggung Pemerintah,
maka Surat Setoran Pajak nihil tidak perlu dilampirkan.
2.
Bukti Setoran Pajak
Pasal 26 ayat (4) (khusus Bentuk Usaha Tetap)
Harus disampaikan apabila terdapat setoran PPh Pasal 26
ayat (4) oleh Bentuk Usaha Tetap.
3.
Laporan Keuangan atau Laporan Keuangan yang
telah Diaudit oleh Akuntan Publik
Harus disampaikan.
4.
Daftar nominatif
pengeluaran biaya
promosi
Harus disampaikan apabila terdapat pengeluaran biaya
promosi yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto.
5.
Surat Kuasa Khusus
Harus disampaikan apabila SPT Tahunan ditandatangani
selain Pimpinan/ Pengurus Perusahaan.
6.
Perhitungan Peredaran Bruto dan Pembayaran PPh Final berdasarkan PP No.46 Tahun 2013
Harus disampaikan apabilaWajib Pajak dikenai PPh berdasarkan PP No.46 Tahun 2013.
7.
Laporan Keuangan dari Badan Usaha
di Luar Negeri yang Kepemilikan
Sahamnya Mulai dari 50%
Harus disampaikan oleh Wajib Pajak yang memiliki penyertaan
modal, atau secara bersama-sama dengan Wajib Pajak dalam negeri
lainnya, memiliki penyertaan modal paling rendah 50% dari jumlah saham yang disetor pada badan usaha luar negeri.
8.
Daftar Nominatif Biaya
Entertainment
Harus disampaikan oleh Wajib Pajak yang mengurangkan biaya
entertainment, jamuan makan, representasi dan sejenisnya. Daftar
Nominatif berisi:
·      nomor urut,
·      tanggal acara /kegiatan,
·      nama dan alamat lokasi acara /kegiatan,
·      jenis acara/kegiatan entertainment
·      nominal
·     identitas pihak/relasi penerima entertainment
9.
Laporan Tahunan Penerimaan
Negara dari Kegiatan Hulu Minyak
Bumi dan/atau Gas Bumi
Harus disampaikan oleh Kontraktor yang bertindak sebagai Operator maupun Partner dalam suatu Wilayah Kerja, dalam melaksanakan
Kontrak Kerja Sama, SPT Tahunan beserta Laporan wajib
disampaikan ke KPP Terdaftar.
10.
Laporan dan Surat Pernyataan atas
Sisa Lebih Anggaran Badan atau Lembaga Nirlaba untuk Pembangunan Sarana dan rasarana
Kegiatan Pendidikan, Penelitian, atau Pengembangan
Harus disampaikan oleh Badan atau lembaga nirlaba yang
menggunakan sisa lebih untuk pembangunan dan pengadaan sarana
dan prasarana kegiatan pendidikan dan/atau penelitian dan pengembangan. Lampiran terdiri dari:
·     Surat Pernyataan
·     Laporan Penyediaan dan Penggunaan Sisa Lebih
pada saat melaporkan SPT Tahunan dan wajib disampaikan ke KPP Terdaftar.
11.
Laporan Keuangan Konsolidasi atau
Kombinasi dari Kantor Pusat Bentuk
Usaha Tetap (BUT)
Harus disampaikan oleh BUT yang mengurangkan biaya administrasi kantor pusat dalam rangka menunjang usaha atau kegiatan BUT tersebut wajib melampirkan Laporan Keuangan konsolidasi atau kombinasi.

Laporan Keuangan tersebut adalah laporan yang telah diaudit oleh
akuntan publik dan mengungkapkan rincian peredaran usaha atau
kegiatan perusahaan serta jenis dan besarnya biaya administrasi
yang dibebankan kepada masing-masing bentuk usaha tetap di
negara tempat perusahaan yang bersangkutan melakukan usaha
atau kegiatan.
12.
Pemberitahuan Bentuk Penanaman
Modal dan Realisasi Penanaman
Kembali (Khusus BUT)
Harus disampaikan oleh BUT yang melakukan penanaman kembali
seluruh Penghasilan Kena Pajak wajib menyampaikan
pemberitahuan tertulis atas:
·      bentuk penanaman modal yang dilakukan,
·      realisasi penanaman kembali yang telah dilakukan.
Pemberitahuan tersebut paling sedikit meliputi:
·      jumlah Penghasilan Kena Pajak sesudah dikurangi Pajak Penghasilan dari Bentuk Usaha Tetap dan Tahun Pajak yang bersangkutan,
·      bentuk penanaman kembali, jumlah realisasi penanaman kembali, dan Tahun Pajak dilakukan realisasi penanaman kembali.
SPT Tahunan dan pemberitahuan disampaikan ke KPP Terdaftar.
13
Dokumen Khusus Wajib Pajak di
Bidang Usaha Hulu Minyak dan/atau
Gas Bumi
Harus disampaikan oleh Wajib Pajak di bidang usaha hulu minyak dan /atau gas bumi. Dokumen terdiri dari:
·     Financial Quarterly Report (FQR) tahun pajak bersangkutan;
·     Bukti Penyetoran PPh;
·     Lampiran Khusus Penghitungan Pajak Penghasilan bagi Kontraktor Kontrak Kerja Sama Migas;
·     Lampiran Khusus Rincian Biaya dalam rangka Kontrak Kerja Sama Migas;
·     Lampiran Khusus Daftar Penyusutan dalam Rangka Kontrak Kerja Sama Migas;


Dalam hal Wajib Pajak menyampaikan lampiran selain tersebut pada angka I sampai dengan III, maka lampiran tersebut merupakan lampiran kelengkapan e-SPT 1771 atau e-1771/$ dari Wajib Pajak yang bersangkutan.

Artikel Yang Perlu Diketahui :
Referensi :