31 Agustus 2015

Pengertian Bank Perkreditan Rakyat (BPR)


Pengertian Bank Perkreditan Rakyat adalah :
bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan Prinsip Syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

Berdasarkan kepemilikannya, maka BPR (Bank Perkreditan Rakyat) dibagi dua jenis, yaitu :
  1. BPR (Bank Perkreditan Rakyat) yang dimiliki oleh Pemerintah (biasanya pemerintah daerah Tingkat II)
  2. BPR (Bank Perkreditan Rakyat) yang dimiliki oleh pihak Swasta.
Berdasarkan cara pengelolaannya, maka BPR (Bank Perkreditan Rakyat) dibagi dua jenis, yaitu :
  1. BPR (Bank Perkreditan Rakyat) yang dikelola berdasarkan prinsip perbankan secara umum atau konvensional sering juga disebut atau disingkat dengan sebutan BPR.
  2. BPR (Bank Pembiayaan Rakyat) yang dikelola berdasarkan prinsip-prinsip syariah sering juga disebut atau disingkat dengan sebutan BPRS.
Perbedaan utama dengan Bank Umum adalah masalah modal yang harus disetor, untuk Bank Perkreditan Rakyat jumlah modal lebih sedikit dari Bank Umum. Selain itu Bank Perkreditan Rakyat memiliki keterbatasan, antara lain tidak dapat melakukan transfer ke bank lain.

Jenis Kegiatan Usaha Bank Perkreditan Rakyat (BPR) antara lain :
  • Menghimpun dana dari masyarakat yang dapat berbentuk antara lain :
  1. Simpanan berupa tabungan.
  2. Simpanan berbentuk sertifikat deposito.
  3. Simpanan berbentuk deposito berjangka .
  4. Simpanan dalam bentuk lain yang dipersamakan dengan tabungan dan/atau deposito .
  • Memberikan pinjaman atau kredit kepada masyarakat.
  • Menyediakan pembiayaan dan simpanan atau penempatan dana berdasarkan Prinsip Syariah dengan syarat memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia.
  • Menempatkan dana yang dimiliki Bank Perkreditan Rakyat (BPR) ke dalam bentuk :
  1. Sertifikat Bank Indonesia (SBI).
  2. Deposito Berjangka pada Bank lain.
  3. Sertifikat Deposito pada Bank lain.
  4. Tabungan pada Bank lain. 
Jenis Kegiatan Usaha yang tidak boleh dilakukan oleh Bank Perkreditan Rakyat (BPR) antara lain :
  • Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dilarang menerima simpanan dari nasabah dalam bentuk Simpanan Giro.
  • Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dilarang melakukan kegiatan jual beli Valas (valuta asing).
  • Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dilarang melakukan kegiatan dalam bidang perasuransian.
    Artikel Yang Perlu Diketahui :
    Referensi :