3 Januari 2015

Tarif Pajak PPh Pasal 4 Ayat 2 Untuk Wajib Pajak Badan Berdasarkan PP Nomor 46 Tahun 2013

Atas Penghasilan yang diterima oleh Wajib Pajak Badan yang berasal dari penghasilan yang bersifat non final akan dikenakan Pajak Penghasilan. Pajak Penghasilan tersebut dapat dikenakan atas Penghasilan Kena Pajak atau atas Peredaran Usaha Wajib Pajak Badan.

Ketentuan pengenaan Pajak Penghasilan atas Penghasilan yang diterima Wajib Pajak Badan tersebut mulai berlaku sejak Tanggal 1 Juli 2013 berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013 Tanggal 12 Juni 2013, sedangkan sebelumnya Pajak Penghasilan dikenakan atas Penghasilan Kena Pajak dari Wajib Pajak Badan yang berasal dari penghasilan yang bersifat non final.

Pajak Penghasilan yang dikenakan berdasarkan PP Nomor 46 Tahun 2013 dikenakan terhadap Wajib Pajak Badan yang memiliki Peredaran Bruto tertentu .

Wajib Pajak Badan yang memiliki Peredaran Bruto tertentu adalah Wajib Pajak yang mempunyai kriteria:
  1.  Wajib Pajak Badan .
  2. Wajib Pajak Badan Menerima penghasilan dari usaha dengan peredaran bruto tidak melebihi Rp4.800.000.000,00 dalam 1 (satu) Tahun Pajak pada tahun pajak sebelumnya.
  3. Pengenaan Pajak Penghasilan didasarkan pada peredaran bruto dari usaha dalam 1 (satu) tahun dari Tahun Pajak terakhir sebelum Tahun Pajak yang bersangkutan.   
Pajak Penghasilan yang dikenakan berdasarkan PP Nomor 46 Tahun 2013 tidak dikenakan terhadap Wajib Pajak Badan yang memenuhi kriteria  :
  1. Wajib Pajak badan yang belum beroperasi secara komersial.
  2. Wajib Pajak badan yang dalam jangka waktu 1 (satu) tahun setelah beroperasi secara komersial memperoleh peredaran bruto melebihi Rp4.800.000.000,00.
  3. Wajib Pajak Badan dalam tahun pajak sebelumnya Menerima penghasilan dari usaha dengan peredaran bruto melebihi Rp4.800.000.000,00 dalam 1 (satu) Tahun Pajak.
Wajib Pajak Badan tersebut dikenakan tariff pajak berdasarkan Pasal 17 dan 31 E Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan dihitung dari Penghasilan Kena Pajak.

Tarif Pajak PPh Pasal 4 Ayat 2 Untuk Wajib Pajak Badan Berdasarkan PP Nomor 46 Tahun 2013 adalah sebagai berikut  :
  1. Besarnya tarif Pajak Penghasilan adalah sebesar 1% (satu persen) dan bersifat final.
  2. Dasar pengenaan pajak yang digunakan untuk menghitung Pajak Penghasilan yang bersifat final tersebut adalah jumlah peredaran bruto setiap bulan.
  3. Pajak Penghasilan terutang dihitung berdasarkan tarif Pajak Penghasilan sebesar 1 % dikalikan dengan dasar pengenaan pajak.
  4. Pengenaan Pajak Penghasilan sebesar 1%  didasarkan pada peredaran bruto dari usaha dalam 1 (satu) tahun dari Tahun Pajak terakhir sebelum Tahun Pajak yang bersangkutan. 
Contoh Perhitungan Tarif Pajak PPh Pasal 4 Ayat 2 Untuk Wajib Pajak Badan Berdasarkan PP Nomor 46 Tahun 2013 adalah sebagai berikut  :
CV.Baruna Jaya adalah sebuah perusahaan yang bergerak dibidang usaha penjualan peralatan untuk nelayan.
CV.Baruna Jaya mempunyai data sebagai berikut :
  1. Penjualan Kotor bulan Januari s/d Desember 2013 adalah sebesar 4.312.000.000.
  2. Penjualan Kotor bulan Januari 2014 adalah sebesar 321.000.000.
  3. Penjualan Kotor bulan Pebruari 2014 adalah sebesar 365.000.000.
  4. Penjualan Kotor bulan Maret 2014 adalah sebesar 435.000.000.  
  5. Penjualan Kotor bulan April 2014 adalah sebesar 415.000.000.
  6. Penjualan Kotor bulan Mei 2014 adalah sebesar 369.000.000.
  7. Penjualan Kotor bulan Juni2014 adalah sebesar 458.000.000.
  8. Penjualan Kotor bulan Juli 2014 adalah sebesar 463.000.000.
  9. Penjualan Kotor bulan Agustus 2014 adalah sebesar 378.000.000.
  10.  Penjualan Kotor bulan September 2014 adalah sebesar 467.000.000.
  11.  Penjualan Kotor bulan Oktober 2014 adalah sebesar 395.000.000.
  12.  Penjualan Kotor bulan Nopember 2014 adalah sebesar 467.000.000.
  13.  Penjualan Kotor bulan Desember 2014 adalah sebesar 416.000.000.
Pajak Penghasilan yang harus disetor oleh CV.Baruna Jaya untuk Tahun Pajak 2014 sebagai berikut :
Masa Pajak
Peredaran Bruto
Tarif Pajak
PPh Pasal 4 ayat 2
Januari
321.000.000
1 %
3.210.000
Pebruari
365.000.000
1 %
3.650.000
Maret
435.000.000
1 %
4.350.000
April
415.000.000
1 %
4.150.000
Mei
369.000.000
1 %
3.690.000
Juni
458.000.000
1 %
4.580.000
Juli
463.000.000
1 %
4.630.000
Agustus
378.000.000
1 %
3.780.000
September
467.000.000
1 %
4.670.000
Oktober
395.000.000
1 %
3.950.000
Nopember
467.000.000
1 %
4.670.000
Desember
416.000.000
1 %
4.160.000
Jumlah
4.949.000.000

49.490.000

PPh Pasal  4 ayat 2 (berdasarkan PP 46 Tahun 2013) disetorkan setiap bulan paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya.

Artikel Yang Perlu Diketahui :
Referensi :
  1. Pasal 17 dan Pasal 31 E Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan.
  2.  PP Nomor 46 Tahun 2013 Tanggal 12 Juni 2013 Tentang PPh Atas Penghasilan Dari Usaha Yang Diterima Atau Diperoleh Wajib Pajak Yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu.