19 November 2019

Batas Waktu Dan Syarat Permohonan Penundaan Pelaporan SPT Tahunan PPh (Badan dan Orang Pribadi)

Batas Waktu Permohonan Penundaan Pelaporan SPT Tahunan PPh (Badan dan Orang Pribadi) adalah sebagai berikut :

Apabila Wajib Pajak baik orang pribadi maupun badan ternyata tidak dapat menyampaikan Surat Pemberitahuan dalam jangka waktu yang telah ditetapkan karena luasnya kegiatan usaha dan masalah-masalah teknis penyusunan laporan keuangan, atau sebab lainnya sehingga sulit untuk memenuhi batas waktu penyelesaian dan memerlukan kelonggaran dari batas waktu yang telah ditentukan.
Wajib Pajak dapat memperpanjang jangka waktu penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak  Penghasilan (Badan dan Orang Pribadi) untuk jangka waktu paling lama 2 (dua) bulan setelah Batas waktu penyampaian Surat Pemberitahuan Tahunan PPh (Badan dan Orang Pribadi).
Untuk SPT Tahunan PPh Badan dapat diperpanjang jangka waktu pelaporan sampai dengan 30 Juni.
Untuk SPT Tahunan PPh Orang Pribadi dapat diperpanjang jangka waktu pelaporan sampai dengan 31 Mei. 

Syarat Permohonan Penundaan Pelaporan SPT Tahunan PPh (Badan dan Orang Pribadi) adalah sebagai berikut :

Permohonan Penundaan Pelaporan SPT Tahunan PPh (Badan dan Orang Pribadi) dilakukan dengan cara menyampaikan pemberitahuan secara tertulis atau dengan cara lain kepada Direktur Jenderal Pajak (Kantor Pelayanan Pajak) dengan formulir yang telah ditentukan yaitu 1771-Y untuk SPT Tahunan PPh Badan dan 1770-Y untuk SPT Tahunan PPh Orang Pribadi.
Pemberitahuan tersebut harus disertai dengan penghitungan sementara pajak yang terutang dalam 1 (satu) Tahun Pajak dan Surat Setoran Pajak sebagai bukti pelunasan kekurangan pembayaran pajak yang terutang.

Artikel yang perlu diketahui :
Referensi :