20 Desember 2015

Formulir Permohonan Pemberitahuan Perpanjangan/Penundaan Penyampaian SPT Tahunan untuk Wajib Pajak Orang Pribadi (1770 Y Excel)

Formulir Permohonan Pemberitahuan Perpanjangan/Penundaan Penyampaian SPT Tahunan untuk Wajib Pajak Orang Pribadi (Formulir 1770 Y) berbentuk  Excel Tahun 2015 
Wajib Pajak Orang Pribadi dapat menunda atau memperpanjang penyampaian SPT Tahunan PPh Badan ke Kantor Pelayanan Pajak dimana Wajib Pajak terdaftar dalam jangka waktu 2 (dua) bulan sejak berakhirnya batas waktu pelaporan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi.

Batas waktu pelaporan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi adalah 3 (tiga) bulan setelah berakhirnya Tahun Pajak atau paling lambat pada tanggal 31 Maret.

Sehingga Wajib Pajak Orang Pribadi mempunyai hak untuk menunda atau memperpanjang penyampaian / pelaporan SPT Tahunan sampai dengan tanggal 31 Mei.

Hak Wajib Pajak Orang Pribadi untuk menunda atau memperpanjang penyampaian/pelaporan SPT Tahunan tersebut dilakukan dengan cara mengajukan permohonan ke Kantor Pelayanan Pajak dimana Wajib Pajak Orang Pribadi terdaftar dengan menggunakan formulir yang telah ditentukan disertai dengan lampiran yang disyaratkan.

Formulir Permohonan Pemberitahuan Perpanjangan / Penundaan Penyampaian SPT Tahunan untuk Wajib Pajak Orang Pribadi (1770 Y) berbentuk Excel silahkan DOWNLOAD DISINI

Petunjuk Pengisian Formulir Penundaan Penyampaian SPT Tahunan  PPh Orang Pribadi (1770-Y) adalah sebagai berikut :
  • Tahun Pajak
Diisi dengan tahun pajak SPT Tahunan Orang Pribadi yang dilakukan penundaan pelaporannya, misal Tahun Pajak 2015 diisi dengan 2015.
  • BL TH s.d BL TH
Diisi dengan Masa dan Tahun Pajak SPT Tahunan yang dilakukan penundaan pelaporannya, misal Tahun Pajak 2015 diisi dengan 01 15 s.d 12 15
  • KEPADA KEPALA KPP….
Diisi dengan nama Kantor Pelayanan Pajak dimana Wajib Pajak terdaftar sebagai Wajib Pajak Pusat atau Wajib Pajak Domisili.
  • DI ………
Diisi dengan alamat (Kota) Kantor Pelayanan Pajak dimana Wajib Pajak terdaftar sebagai Wajib Pajak Pusat atau Wajib Pajak Domisili.
  • N P W P
Diisi dengan NPWP Wajib Pajak Orang Pribadi yang akan melakukan penundaan pelaporan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi.
  • NAMA WAJIB PAJAK
Diisi dengan Nama Wajib Pajak Orang Pribadi yang akan melakukan penundaan pelaporan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi.
  • ALAMAT TEMPAT TINGGAL
Diisi dengan Alamat Wajib Pajak Orang Pribadi yang akan melakukan penundaan pelaporan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi.
  • KOTA / KODE POS
Diisi dengan Kota dan Kode Pos alamat Wajib Pajak Orang Pribadi yang akan melakukan penundaan pelaporan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi bertempat tinggal.
  • JENIS USAHA / PEKERJAAN BEBAS
Diisi dengan Jenis Usaha atau Pekerjaan Bebas Wajib Pajak Orang Pribadi yang akan melakukan penundaan pelaporan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi.
  • KLU
Diisi dengan KLU (Klasifikasi Lapangan Usaha) Wajib Pajak Orang Pribadi yang akan melakukan penundaan pelaporan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi. Untuk mengetahui berapa KLU dari Wajib Pajak Orang Pribadi, dapat diketahui dengan melihat Surat Keterangan Terdaftar yang diterima dari Kantor Pelayanan Pajak pada saat mendaftarkan diri menjadi NPWP yang diterima bersamaan dengan Kartu NPWP.
  • MEREK USAHA
Diisi dengan Merk Usaha Wajib Pajak Orang Pribadi yang akan melakukan penundaan pelaporan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi.
  • ALAMAT USAHA / PEKERJAAN
Diisi dengan Alamat dimana Usaha  atau Pekerjaan Wajib Pajak Orang Pribadi yang akan melakukan penundaan pelaporan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi.
  • NOMOR TELEPON / FAX
Diisi dengan Nomor Telepon  atau Nomor Faximile Wajib Pajak Orang Pribadi yang akan melakukan penundaan pelaporan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi.
  • BERDASARKAN PASAL 3 AYAT (4) UU KUP, DENGAN INI MENGAJUKAN PEMBERITAHUAN PERPANJANGAN JANGKA WAKTU PENYAMPAIAN SPT TAHUNAN PPh WP ORANG PRIBADI TAHUN PAJAK ........................YANG KE......(...................)    SAMPAI DENGAN TANGGAL ................................................DENGAN ALASAN.
Diisi dengan Tahun Pajak, Permohonan ke berapa, Sampai kapan penundaan dan Alasan permohonan Penundaan pelaporan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi.
  • PENGHASILAN KENA PAJAK
Diisi dengan dengan jumlah Penghasilan Kena Pajak Sementara sebagai dasar Perhitungan PPh untuk pengisian Formulir Penundaan Pelaporan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi.
  • PPh YANG TERUTANG
Diisi dengan dengan jumlah PPh Terutang Sementara untuk pengisian Formulir Penundaan Pelaporan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi.
  • PPh YANG DIPOTONG/DIPUNGUT OLEH PIHAK LAIN DAN YANG DIBAYAR / DIPOTONG / TERUTANG DI LUAR NEGRI
Diisi dengan dengan jumlah PPh yang telah dipotong/dipungut pihak lain, yaitu PPh Pasal 21, PPh Pasal 22, PPh Pasal 23 dan PPh Yang Ditanggung Pemerintah.
Diisi dengan dengan jumlah PPh yang telah dibayar/dipotong/terutang di Luar Negeri, yaitu PPh Pasal 24.
  • PPh YANG DIBAYAR SENDIRI
Diisi dengan dengan jumlah PPh yang telah dibayar/disetor sendiri , yaitu PPh Pasal 25 dan pokok pajak PPh Pasal 25 atas STP atas Angsuran PPh Pasal 25 yang tidak atau kurang dibayar/disetor.
Artikel Yang Perlu Diketahui :