26 Januari 2016

Peraturan Pajak Dan Tata Cara Pemotongan PPh Pasal 26 Atas Pembayaran Bunga Kepada Wajib Pajak Luar Negeri

Pertanyaan Konsultasi Pajak :
  • Pak mau nanya nih, untuk ketentuan pajak atas pembayaran bunga luar negeri itu langkah-langkahnya apa aja ya? Terimakasih

Jawaban Konsultasi Pajak  :
  • Dasar Hukum pengenaan pajak atas pembayaran bunga yang diterima oleh wajib pajak luar negeri adalah :
  1. Pasal 26 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan (PPh).
  2. Peraturan Dirjend Pajak Nomor PER-61/PJ/2009 Tahun 2009 Tentang Tata Cara Penerapan Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda (P3B) sebagaimana telah diubah dengan PER-24/PJ/2010.
  3. Tax treaty/Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda (P3B)  antara Indonesia dengan Negara asal/domisili wajib pajak luar negeri tersebut.
  • Langkah-langkah yang harus dilakukan oleh pemotong PPh Pasal 26 terhadap wajib pajak luar negeri sebagai penerima bunga adalah sebagai berikut :
  1. Melakukan pengecekan apakah Penerima penghasilan Wajib Pajak Luar Negeri dengan melihat dokumen imigrasi (Pasport/visa/lainnya) untuk mengetahui apakah termasuk dari Negara yang ada taxtreaty/P3B dengan Indonesia.
  2. Melakukan pengecekan apakah Persyaratan administratif untuk menerapkan ketentuan yang diatur dalam P3B telah dipenuhi (lihat Per-61/PJ/2009 dan PER-24/PJ/2010)
  3. Apabila wajib pajak luar negeri berasal dari Negara yang tidak mempunyai taxtreaty/P3B dengan Indonesia maka dipotong PPh Pasal 26 sebesar 20 % sesuai dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan.
  4. Apabila wajib pajak luar negeri berasal dari Negara yang mempunyai taxtreaty/P3B dengan Indonesia maka dipotong PPh Pasal 26 sesuai dengan tarif pajak dalam taxtreaty/P3B (persetujuan penghindaran pajak berganda)
  5. Melakukan penyetoran dan pelaporan SPT Masa PPh Pasal 26.