21 Februari 2014

Persiapan Pengisian SPT Tahunan PPh Orang Pribadi 1770 Yang Menggunakan Pembukuan


Persiapan sebelum mengisi  SPT Tahunan PPh Orang Pribadi 1770  Tahun 2013 bagi Wajib Pajak Orang Pribadi Yang Menggunakan Pembukuan adalah sebagai berikut :
  • Bagi wajib pajak Orang Pribadi yang selain sebagai pengusaha juga mempunyai penghasilan sebagai pegawai swasta maka disiapkan juga fotocopy 1721-A1 dan atau bukti potong.
  • Bagi wajib pajak Orang Pribadi yang selain sebagai pengusaha juga mempunyai penghasilan sebagai pegawai negeri sipil (PNS) maka disiapkan juga fotocopy 1721-A2 dan atau bukti potong.
  • Bagi wajib pajak Orang Pribadi yang selain sebagai pengusaha juga mempunyai penghasilan dan biaya lain maka disiapkan juga bukti atas transaksi tersebut (misal atas penjualan aktiva berupa mobil).
  • Bagi wajib pajak Orang Pribadi yang selain sebagai pengusaha juga mempunyai penghasilan dan biaya final maka disiapkan juga bukti atas transaksi tersebut (misal atas pendapatan dan PPh final atas bunga deposito).
  • Menyiapkan arsip SPT Masa PPN termasuk semua faktur pajak masukan dan faktur pajak keluaran Januari s/d Desember 2013 (apabila Wajib Pajak tersebut juga sebagai PKP/Pengusaha Kena Pajak).
  • Menyiapkan arsip SPT Masa PPh Pasal 21 Januari s/d Desember 2013.
  • Menyiapkan arsip bukti Pemotongan PPh Pasal 23 masa Januari s/d Desember 2013.
  • Menyiapkan arsip bukti pemungutan PPh Pasal 22 dan SSP Pasal 22 impor masa Januari s/d Desember 2013.
  • Menyiapkan arsip bukti pemotongan PPh Pasal 4 (2)  masa Januari s/d Desember 2013.
  • Menyiapkan arsip SSP PPh Pasal 25 Masa Januari s/d Desember 2013.
  • Menyiapkan arsip SSP atas STP PPh Pasal 25 Masa Januari s/d Desember 2013.
  • Menyiapkan Data Pendukung Laporan Keuangan, yang terdiri dari :
  1. Buku besar pendukung Laporan Keuangan.
  2. Buku besar pembantu pendukung laporan keuangan.
  3. Rekening Koran/tabungan (rekening Koran/tabungan harus terpisah dengan kegiatan usaha lainnya dan milik pribadi, jadi rekening Koran/tabungan khusus transaksi usaha tersebut).
  4. Bukti penerimaan dan pengeluaran (kwitansi, bon, nota dan lain-lain).
  • Membuat Laporan Keuangan yang terdiri dari :
  1. Laporan Neraca Komersial
  2. Laporan Rugi Laba Komersial dan Fiskal.
  • Menyiapkan  lampiran SPT Tahunan PPh Orang Pribadi tahun 2013 seperti :
  1. Daftar Penyusutan (apabila ada Harta Berwujud dan/atau Harta Tidak Berwujud)
  2. Transkrip Kutipan Elemen Laporan Keuangan
  3. Daftar Perhitungan Kompensasi Kerugian.
  4. Daftar Nominatif Biaya Entertainment
  5. Daftar Nominatif Biaya Promosi.
  6. Lampiran Daftar lainnya yang diperlukan
Yang harus diperhatikan dalam pengisian SPT Tahunan PPh Orang Pribadi Tahun 2013 yang menggunakan pembukuan adalah :
  • Wajib Pajak harus melakukan equalisasi/pencocokan atas peredaran usaha antara lain:
  1. Peredaran usaha yang akan dilaporkan di SPT Tahunan PPh Orang Pribadi Tahun 2013 dengan Dasar Pengenaan Pajak dan Faktur Pajak Keluaran pada SPT Masa PPN Masa Januari s/d Desember 2013.
  2. Peredaran usaha yang akan dilaporkan di SPT Tahunan PPh Orang Pribadi Tahun 2013 dengan Objek PPh Pasal 22 atas peredaran usaha dan bukti pemungutan/SSP PPh Pasal 22  Masa Januari s/d Desember 2013.
  3. Peredaran usaha yang akan dilaporkan di SPT Tahunan PPh Orang Pribadi Tahun 2013 dengan Objek PPh Pasal 23 atas peredaran usaha dan bukti pemungutan PPh Pasal 23 dari pihak lain Masa Januari s/d Desember 2013.
  4.  Peredaran usaha yang akan dilaporkan di SPT Tahunan PPh Orang Pribadi Tahun 2013 dengan Objek PPh Pasal 4 (2) atas peredaran usaha dan bukti pemungutan/SSP PPh Pasal 4 (2) dari pihak lain Masa Januari s/d Desember 2013.
  • Wajib Pajak harus melakukan equalisasi/pencocokan atas pembelian dan biaya usaha antara lain :
  1. Pembelian dan biaya dengan faktur pajak masukan pada SPT Masa PPN Masa Januari s/d Desember 2013.
  2. Pembelian dan biaya dengan Objek PPh Pasal 21/26 pada SPT Masa PPh Pasal 21/26 Masa Januari s/d Desember 2013.
  3. Pembelian dan biaya dengan Objek PPh Pasal 23/26 pada SPT Masa PPh Pasal 23/26 yang menjadi kewajiban pemotongan PPh Pasal 23/26 oleh wajib pajak Masa Januari s/d Desember 2013.
  4. Pembelian dan biaya dengan Objek PPh Pasal 4 (2) pada SPT Masa PPh Pasal 4 (2) yang menjadi kewajiban pemotongan PPh Pasal 4 (2) oleh wajib pajak Masa Januari s/d Desember 2013.
  • Wajib Pajak harus melakukan equalisasi/pencocokan atas komponen neraca antara lain :
  1. Posisi kas di neraca dengan buku kas per 31 Desember 2013.
  2. Posisi Bank di neraca dengan buku rekening Koran/buku tabungan per 31 Desember 2013
  3. Posisi piutang di neraca dengan buku piutang per 31 Desember 2013.
  4. Posisi persediaan akhir di neraca dengan buku persediaan per 31 Desember 2013 dan dengan persediaan akhir di laporan laba rugi.
  5. Posisi aktiva di neraca dengan buku aktiva per 31 Desember 2013.
  6. Posisi hutang di neraca dengan buku hutang per 31 Desember 2013.
  7. Posisi modal di neraca dengan buku modal per 31 Desember 2013.
  8. Pengambilan Prive bukan merupakan biaya dan bukan objek PPh Pasal 21, jumlah pengambilan prive terserah wajib pajak.
  9. Penyetoran Prive bukan merupakan Objek Pajak, jumlah penyetoran  prive terserah wajib pajak.
  • Wajib Pajak harus melakukan equalisasi/pencocokan atas persediaan awal dengan persediaan akhir pada SPT Tahunan PPh Orang Pribadi  Tahun 2012.
Artikel Yang Perlu Diketahui :
Referensi :