30 Maret 2014

Pengertian Penilaian Persediaan Dengan Metode Moving Avarage (Rata-Rata)

Pengertian Metode Moving Avarage (Rata-Rata)  adalah :
Metode penilaian persediaan dengan cara bahwa setiap terjadinya perubahan jumlah persediaan barang.  

Baik karena pembelian maupun karena adanya penjualan yang dilakukan oleh perusahaan, Sisa persediaan yang masih ada segera diambil nilai rata-ratanya. Nilai rata-rata barang yang masih ada diperoleh dengan jalan membagi jumlah nilai persediaan barang yang masih ada dengan jumlah satuan barang yang bersangkutan.
Dengan demikian, harga pokok (Cost of Goods Sold) barang yang dijual dinilai berdasarkan harga rata-rata barang tersebut.

Contoh Penilaian Persediaan Dengan  Metode Moving Avarage (Rata-Rata) :
CV.Gunung Merapi yang bergerak dibidang usaha perdagangan alat elektronik berupa Televisi mempunyai transaksi atas persediaan Televisi sebagai berikut :
Tanggal
Uraian
Jumlah
Satuan
Rupiah
1 Jan
Persediaan Awal
10 buah
@ Rp.900.000
12 Jan
Pembelian
10 buah
@ Rp.1.200.000
13 Jan
Pembelian
10 buah
@ Rp.1.125.000
24 Jan
Penjualan
10 buah

25 Jan
Penjualan
10 buah


Tanggal 26 Januari s/d 31 Januari tidak ada transaksi penjualan maupun pembelian.
CV.Gunung Merapi akan menghitung persediaan akhir Televisi per 31 Januari dengan Metode Moving Avarage (Rata-Rata).
Perhitungan persediaan Televisi per 31 Januari dengan Metode Moving Avarage (Rata-Rata)  adalah sebagai berikut :
No.
Perolehan / Pembelian
Pemakaian / Penjualan
Sisa
/persediaan
1


10 buah @ 900.000 = 9.000.000
2
10 buah @1.200.000 = 12.000.000

20 buah @ 1.050.000
 = 21.00.000
3
10 buah @1.125.000 = 11.250.000

30 buah @ 1.075.000
 = 32.250.000
4

10 buah @ 1.075.000
= 10.750.000
20 buah @ 1.075.000
 = 21.500.000
5

10 buah @ 1.075.000
= 10.750.000
10 buah @1.075.000 = 10.750.000

Berdasarkan perhitungan diatas, maka  persediaan Televisi per 31 Januari CV.Gunung Merapi yang dihitung dengan Metode Moving Avarage (Rata-Rata)  adalah sebanyak 10 buah Televisi dengan harga satuan sebesar Rp. 1.075.000, - atau total Rp. 10.750.000,-
Jumlah persediaan akhir tersebut sudah sesuai dengan perhitungan persedian menurut pajak (Pasal 10 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 Tentang PPh)

Artikel Yang Perlu Diketahui :
Referensi :