25 Maret 2014

Pengertian/Definisi Metode Perpetual (Metode Terus-Menerus)

Salah satu cara bagi perusahaan untuk membukuan persediaan (inventory) yang dimilikinya adalah dengan Metode Perpetual (Metode Terus-Menerus). 

Pengertian/Definisi  Metode Perpetual (Metode Terus-Menerus) adalah sebagai berikut :
Untuk membukuan persediaan (inventory) berdasarkan Metode Perpetual (Metode Terus-Menerus) seluruh pemasukan serta pengeluaran barang-barang dicatat dalam perkiraan persediaan (inventory) barang-barang bersangkutan. Pencatatan tersebut dilakukan dengan masing-masing barang sebesar harga beli dari barang yang bersangkutan.
Dengan metode ini, maka berapa banyaknya persediaan yang masih ada dalam gudang akan dapat diketahui tanpa harus melakukan perhitungan/penilaian kembali dari barang yang masih ada.
Jumlah persediaan ini dapat diketahui karena perkiraan persediaan (inventory) selalu memperlihatkan jumlah sisa persediaan barang yang masih ada.
Contoh Metode Perpetual (Metode Terus-Menerus) :
  • Pada tanggal 14 Pebruari 2014 perusahaan membeli 1.000 kg barang dagangan seharga Rp.5.000 per kg.
Jurnal :
Persediaan Barang Dagangan
5.000.000


Kas

5.000.000




  • Pada tanggal 21 Pebruari 2014 barang dagangan yang dibeli tanggal 14 Pebruari 2014 dikembalikan sebanyak 50 kg kepada penjualnya. Pengembalian karena barang yang diterima tidak sesuai mutunya dengan pesanannya.
Jurnal :
Kas
250.000


Persediaan Barang  Dagangan

250.000




  •  Pada tanggal 27 Pebruari 2014 dijual dengan tunai 100 kg barang dagangan dengan harga Rp.5.250 per kg.
Jurnal penerimaan uang :
Kas
525.000


Penjualan

525.000




 Jurnal pengeluaran barang :
Harga Pokok Penjualan
500.000


Persediaan Barang  Dagangan

500.000




Sehingga akhir persediaan barang dagangan per tanggal 27 Pebruari 2014 langsung dapat diketahui yaitu sebesar  Rp.4.500.000,- (5.000.000 – 500.000)

Penilaian Persediaan Dengan  Metode Perpetual
Agar Perusahaan dapat menentukan Harga Pokok Penjualan dari suatu product/barang, maka sangatlah penting untuk mengetahui berapa besarnya persediaan akhir pada akhir periode tertentu.
Untuk dapat menilai berapa persediaan akhir suatu product/barang, maka dalam akuntansi keuangan/laporan keuangan komersial dikenal dengan  adanya Penilaian Persediaan Dengan  Metode Perpetual.
Penilaian Persediaan Dengan  Metode Perpetual terdiri dari :
  • FIFO 
Metode ini beranggapan, bahwa barang yang dibeli lebih awal, dianggap dikeluarkan lebih awal pula. Dengan demikian, setiap terjadi suatu transaksi penjualan, harga pokok penjualan (cost of goods sold) barang yang terjual dinilai berdasarkan pada harga barang yang dibeli lebih awal.
  • LIFO
Metode ini beranggapan, bahwa barang yang dibeli paling akhir, dianggap dikeluarkan lebih awal. Dengan demikian, setiap terjadi suatu transaksi penjualan, harga pokok penjualan (cost of goods sold) barang yang terjual dinilai berdasarkan pada harga barang yang dibeli paling awal.
  • Moving Avarage
Metode ini beranggapan, bahwa setiap terjadinya perubahan jumlah persediaan, baik karena pembelian maupun karena adanya penjualan yang dilakukan oleh perusahaan, sisa persediaan yang masih ada segera diambil rata-ratanya. Nilai rata-rata barang yang masih ada diperoleh dengan jalan membagi jumlah nilai persediaan yang masih ada dengan jumlah satuan barang.
Dengan demikian harga pokok penjualan (cost of goods sold) barang yang dijual, dinilai berdasarkan harga rata-rata barang tersebut. 
Akan tetapi untuk menghitung besarnya pajak yang terutang / dalam akuntansi pajak / dalam perpajakan yang diperbolehkan untuk digunakan sebagai metode penilaian persediaan adalah dengan Metode :
  • FIFO 
  • Moving Avarage / Rata-Rata
Sehingga apabila suatu perusahaan menggunakan metode penilaian persediaan selain metode FIFO dan metode Avarage/Rata-Rata, maka pada akhir suatu periode/ pada saat perhitungan pajak yang terutang harus melakukan koreksi fiskal terlebih dahulu.

Artikel Yang Perlu Diketahui :
Referensi :