26 Maret 2014

Pengertian/Definisi Metode Physical Dalam Penilaian Persediaan

Penilaian Persediaan Dengan  Metode Physical
Agar Perusahaan dapat menentukan Harga Pokok Penjualan dari suatu product/barang, maka sangatlah penting untuk mengetahui berapa besarnya persediaan akhir pada akhir periode tertentu. 

Untuk dapat menilai berapa persediaan akhir suatu product/barang, maka dalam akuntansi keuangan/laporan keuangan komersial dikenal dengan  adanya Penilaian Persediaan Dengan  Metode Physical.
Penilaian Persediaan Dengan  Metode Physical terdiri dari :
  • Special Identification
  • Simple Avarage
  • Weight Avarage
  • FIFO
  • LIFO
  • Base Stock
  • LILIFO
  •  Gross Profit
  • Retail Method
Akan tetapi untuk menghitung besarnya pajak yang terutang / dalam akuntansi pajak / dalam perpajakan yang diperbolehkan untuk digunakan sebagai metode penilaian persediaan adalah dengan Metode :
  • FIFO
  • Avarage
Sehingga apabila suatu perusahaan menggunakan metode penilaian persediaan selain metode FIFO dan metode Avarage, maka pada akhir suatu periode/ pada saat perhitungan pajak yang terutang harus melakukan koreksi fiskal terlebih dahulu.

Pembukuan Persediaan Dengan  Metode Physical
Salah satu cara bagi perusahaan untuk membukuan/mencatat persediaan (inventory) yang dimilikinya adalah dengan Metode Physical. 
Pembukuan Persediaan Dengan  Metode Physical  adalah sebagai berikut:
Untuk membukuan persediaan (inventory) berdasarkan Metode Physical setiap pemasukan dan pengeluaran tidak dicatat ke dalam perkiraan persediaan (inventory).
Pembelian barang akan dicatat ke dalam perkiraan pembelian (purchases) dan perkiraan lainnya yang menyertainya seperti :
  • Purchases Discount (Potongan Pembelian)
  • Purchases Returned (Retur Pembelian)
Pengeluaran barang akan dicatat ke dalam perkiraan penjualan (sales) dan perkiraan lainnya yang menyertainya seperti :
  • Sales Discount (Potongan Penjualan)
  • Sales Returned (Retur Penjualan)
Contoh Pembukuan Persediaan Dengan  Metode Physical  :
  • Pada tanggal 14 Pebruari 2014 perusahaan membeli 1.000 kg barang dagangan seharga Rp.5.000 per kg.
Jurnal :
Pembelian
5.000.000


Kas

5.000.000



  •  Pada tanggal 21 Pebruari 2014 barang dagangan yang dibeli tanggal 14 Pebruari 2014 dikembalikan sebanyak 50 kg kepada penjualnya. Pengembalian karena barang yang diterima tidak sesuai mutunya dengan pesanannya.
Jurnal :
Kas
250.000


Retur Pembelian

250.000




  •  Pada tanggal 27 Pebruari 2014 dijual dengan tunai 100 kg barang dagangan dengan harga Rp.5.250 per kg.
Jurnal :
Kas
525.000


Penjualan

525.000




Sehingga akhir persediaan barang dagangan per tanggal 27 Pebruari 2014 tidak dapat langsung dapat diketahui . Untuk mengetahui berapa persediaan akhir barang dagangan per tanggal 27 Pebruari 2014 harus dilakukan penilaian persediaan terlebih dahulu.

Artikel Yang Perlu Diketahui :
Referensi :