14 Juni 2015

Pengertian Hutang / Utang Sewa (Accrued Rent Payable)

Pengertian Hutang / Utang Sewa (Accrued Rent Payable)  adalah :

Sewa yang sudah merupakan kewajiban dari perusahaan pada suatu periode tertentu untuk membayarnya, namun jumlah tersebut belum dibayarkan oleh perusahaan, sehingga masih merupakan hutang bagi perusahaan.

Pencatatan atau Pengakuan Atas Biaya Sewa
Biaya sewa yang harus dibebankan atau diakui oleh perusahaan dalam laporan laba rugi adalah sebesar Biaya Sewa yang nyata-nyata harus dibayar atau sudah menjadi kewajiban bagi perusahaan untuk satu periode akuntansi, meskipun biaya tersebut secara kas atau setara kas belum dibayarkan atau belum dikeluarkan oleh perusahaan atau masih menjadi hutang perusahaan.

Pengakuan atau Pencatatan Hutang  / Utang Sewa (Accrued Rent Payable) Dalam Akuntansi Pajak
Dalam Akuntansi Pajak biaya sewa diakui sebagai beban bagi perusahaan dalam laporan laba rugi apabila sudah menjadi kewajiban bagi perusahaan untuk membayar biaya sewa tersebut walaupun belum dilakukan pembayaran. Yang perlu diperhatikan adalah apakah dalam biaya sewa tersebut terdapat unsur PPN (Pajak Pertambahan Nilai) dan PPh (Pajak Penghasilan) Pasal 4 ayat 2 atas sewa tanah dan/atau bangunan apabila biaya sewa atas tanah dan/atau bangunan atau unsure PPN dan  PPh Pasal 23 apabila biaya sewa selain tanah dan/atau bangunan.

Contoh Kasus Hutang / Utang Sewa (Accrued Rent Payable) Atas Sewa Gedung Kantor Tanpa ada PPN:
·       PT. Bunga Sakura Indah merupakan suatu perusahaan yang bergerak dibidang penjualan bunga.
·       Untuk menjalankan kegiatan usahanya, PT. Bunga Sakura Indah menyewa gedung sebagai kantor dengan biaya sewa sebesar Rp.100.000.000,00 (seratus juta rupiah) untuk masa sewa selama 1 (satu) tahun dari Sutrisno.
·       Sutrisno bukan Pengusaha Kena Pajak.
·       PT. Bunga Sakura Indah mulai menempati gedung kantor tersebut mulai tanggal 2 Januari 2015, namun sampai dengan tanggal 31 Desember 2015 baru membayar biaya sewa sebesar Rp.40.000.000,00 (empat puluh juta rupiah).
·       Sehingga PT. Bunga Sakura Indah mempunyai hutang sewa per 31 Desember 2015 sebesar Rp.60.000.000,00 (enam puluh juta rupiah) atau Rp.100.000.000,00 (seratus juta rupiah) dikurangi Rp.40.000.000,00 (empat puluh juta rupiah).
·       Pengakuan biaya sewa yang harus dibebankan sebagai biaya sewa dalam laporan laba rugi periode Januari sampai dengan Desember  2015 adalah sebesar  Rp.100.000.000,00 (seratus juta rupiah).
·       Perhitungan Hutang Sewa Per 31 Desember 2015 :
Uraian
Debet
Kredit
Biaya Sewa
100.000.000

Kas

40.000.000
Hutang Sewa

60.000.000
·       Perhitungan PPh Pasal 4 ayat 2 atas sewa gedung kantor Per 31 Desember 2015 :
Uraian
Jumlah
Obyek PPh Pasal 4 ayat 2
100.000.000
PPh Pasal 4 ayat 2 terutang
10.000.000

Contoh Kasus Hutang / Utang Sewa (Accrued Rent Payable) Atas Sewa Gedung Kantor apabila ada unsur PPN:
·       PT. Besi Baja Kuat merupakan suatu perusahaan yang bergerak dibidang penjualan besi dan baja.
·       Untuk menjalankan kegiatan usahanya, PT. Besi Baja Kuat menyewa gedung sebagai kantor dengan biaya sewa sebesar Rp.150.000.000,00 (seratus lima puluh juta rupiah) untuk masa sewa selama 1 (satu) tahun dari PT.Sarana Bangun Jaya.
·       PT.Sarana Bangun Jaya perusahaan yang bergerakdibidang usaha persewaan gedung kantor yang telah memiliki NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) sekaligus telah menjadi Pengusaha Kena Pajak.
·       PT. Besi Baja Kuat mulai menempati gedung kantor tersebut mulai tanggal 3 Januari 2015, namun sampai dengan tanggal 31 Desember 2015 baru membayar biaya sewa sebesar Rp.70.000.000,00 (tujuh puluh juta rupiah).
·       Sehingga PT. Besi Baja Kuat mempunyai hutang sewa per 31 Desember sebesar Rp.80.000.000,00 (delapan puluh juta rupiah) atau Rp.150.000.000,00 (seratus lima puluh juta rupiah) dikurangi Rp.70.000.000,00 (tujuh puluh juta rupiah).
·       Pengakuan biaya sewa yang harus dibebankan sebagai biaya sewa dalam laporan laba rugi periode Januari sampai dengan Desember adalah sebesar  Rp.150.000.000,00 (seratus juta rupiah).
·       Perhitungan Hutang Sewa Per 31 Desember 2015 :
Uraian
Debet
Kredit
Biaya Sewa
150.000.000

Kas

70.000.000
Hutang Sewa

80.000.000
·       Perhitungan PPh Pasal 4 ayat 2 atas sewa gedung kantor Per 31 Desember 2015 :
Uraian
Jumlah
Obyek PPh Pasal 4 ayat 2
150.000.000
PPh Pasal 4 ayat 2
15.000.000

·       Perhitungan PPN atas sewa gedung kantor Per 31 Desember 2015 :
Uraian
Jumlah
Obyek PPN
150.000.000
PPN Terutang
15.000.000

Artikel Yang Perlu Diketahui :
 Referensi :