04 December 2018

Pengertian APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara)

Pengertian APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara)
Pengertian APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan negara yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Pendapatan Negara adalah hak Pemerintah Pusat yang diakui sebagai penambah kekayaan bersih yang terdiri atas Penerimaan Perpajakan, Penerimaan Negara Bukan Pajak, dan Penerimaan Hibah.

Belanja Negara adalah kewajiban Pemerintah Pusat yang diakui sebagai pengurang nilai kekayaan bersih yang terdiri atas belanja pemerintah Pusat dan Transfer ke Daerah dan Dana Desa

Asumsi Dasar Ekonomi Makro APBN

Uraian
APBN
2018
2019
Pertumbuhan Ekonomi (%)
5,4
5,3
Inflasi (% yoy)
3,5
3,5
Nilai Tukar (Rp/USD)
13.400
15.000
Suku Bunga SPN (%)
5,2
5,3
Harga Minyak (USD/Barel)
48
70
Lifting Minyak (ribu barel/hari)
800
775
Lifting Gas (ribu barel/hari)
1.200
1.250

 Postur APBN (Triliun Rupiah)

Uraian
APBN
2018
2019
A.
Pendapatan Negara
1.894,7
2.165,1

1.
Penerimaan Perpajakan
1.618,1
1.786,4


1.
Penerimaan Pajak
1.424,0
1.557,6


2.
Kepabean & Cukai
194,1
208,8

2.
Penerimaan Negara Bukan Pajak
275.4
378,3

3.
Penerimaan Hibah
1,2
0,4
B.
Belanja Negara
2.220,7
2.461,1

I.
Belanja Pemerintah Pusat
1.454,5
1.634,3


1.
Belanja K/L
847,4
855,4


2.
Belanja Non K/L
607,1
778,9

II.
Transfer Ke Daerah dan Dana Desa
766,2
826,8


1.
Transfer ke Daerah
706,2
756,8


2.
Dana Desa
60,0
70,0
C.
Surplus/(Defisit) Anggaran (A-B)
(325.9)
(296,0)

% Defisit Anggaran terhadap PDB
(2,19)
(1,84)

Artikel Yang Perlu Diketahui :
Referensi :
  • Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2018 Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2019
  • Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2017 Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2018