14 January 2020

Pengertian APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara)

Pengertian APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara)
Pengertian APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan negara yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Pendapatan Negara adalah hak Pemerintah Pusat yang diakui sebagai penambah kekayaan bersih yang terdiri atas Penerimaan Perpajakan, Penerimaan Negara Bukan Pajak, dan Penerimaan Hibah.

Belanja Negara adalah kewajiban Pemerintah Pusat yang diakui sebagai pengurang nilai kekayaan bersih yang terdiri atas belanja pemerintah Pusat dan Transfer ke Daerah serta Dana Desa

Asumsi Dasar Ekonomi Makro APBN

Uraian
APBN
2019
2020
Pertumbuhan Ekonomi (%)
5,3
5,3
Inflasi (% yoy)
3,5
3,1
Nilai Tukar (Rp/USD)
15.000
14.400
Suku Bunga SPN (%)
5,3
5,4
Harga Minyak (USD/Barel)
70
64
Lifting Minyak (ribu barel/hari)
775
755
Lifting Gas (ribu barel/hari)
1.250
1.191

 Postur APBN (Triliun Rupiah)

Uraian
APBN
2019
2020
A.
Pendapatan Negara
2.165,1
2.233,2

I.
Pendapatan Dalam Negeri
2.164,7
2.232,7
1. Penerimaan Perpajakan
1.786,4
1.865,7


2. Penerimaan Negara Bukan Pajak
378,3
367,0
II.
Penerimaan Hibah
0,4
0,5
B.
Belanja Negara
2.461,1
2.540,4
I.
Belanja Pemerintah Pusat
1.634,3
1.683,5
1.
Belanja K/L
855,4
909,6
2.
Belanja Non K/L
778,9
773,9
II.
Transfer Ke Daerah dan Dana Desa
826,8
856,9
1.
Transfer ke Daerah
756,8
784,9
2.
Dana Desa
70,0
72,0
C.
Surplus/(Defisit) Anggaran (A-B)
(296,0)
(307,2)
% Defisit Anggaran terhadap PDB
(1,84)
(1,76)

Artikel Yang Perlu Diketahui :
Referensi :
  • Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2018 Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2019
  • Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2019 Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2020