Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian Dividen

Pengertian Dividen adalah Dividen merupakan bagian laba yang diperoleh pemegang saham dari PT (Perseroan Terbatas) atau pemegang polis asuransi.

Termasuk dalam pengertian dividen antara lain :

1. pembagian laba baik secara langsung ataupun tidak langsung, dengan nama dan dalam bentuk apapun.

2. pembayaran kembali karena likuidasi yang melebihi jumlah modal yang disetor.

3. pemberian saham bonus yang dilakukan tanpa penyetoran termasuk saham bonus yang berasal dari kapitalisasi agio saham.

4. pembagian laba dalam bentuk saham.

5. pencatatan tambahan modal yang dilakukan tanpa penyetoran.

6. jumlah yang melebihi jumlah setoran sahamnya yang diterima atau diperoleh pemegang saham karena pembelian kembali saham-saham oleh perseroan yang bersangkutan.

7. pembayaran kembali seluruhnya atau sebagian dari modal yang disetorkan, jika dalam tahun-tahun yang lampau diperoleh keuntungan, kecuali jika pembayaran kembali itu adalah akibat dari pengecilan modal dasar (statuter) yang dilakukan secara sah.

8. pembayaran sehubungan dengan tanda-tanda laba, termasuk yang diterima sebagai penebusan tanda-tanda laba tersebut.

9. bagian laba sehubungan dengan pemilikan obligasi.

10. bagian laba yang diterima oleh pemegang polis.

11. pengeluaran perusahaan untuk keperluan pribadi pemegang saham yang dibebankan sebagai biaya perusahaan.

Dalam praktek sering dijumpai pembagian atau pembayaran dividen secara terselubung, misalnya dalam hal pemegang saham yang telah menyetor penuh modalnya dan memberikan pinjaman kepada perseroan dengan imbalan bunga yang melebihi kewajaran.

Apabila terjadi hal yang demikian maka selisih lebih antara bunga yang dibayarkan dan tingkat bunga yang berlaku di pasar, diperlakukan sebagai dividen. Bagian bunga yang diperlakukan sebagai dividen tersebut tidak boleh dibebankan sebagai biaya oleh perseroan yang bersangkutan.

Penerima dividen terdiri dari :

1. Orang Pribadi

2. Badan
 

Perlakuan Perpajakan Atas dividen


Dividen bukan objek pajak penghasilan apabila memenuhi syarat sebagai berikut :

1. dividen yang berasal dari dalam negeri yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak :

a) orang pribadi dalam negeri sepanjang dividen tersebut diinvestasikan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam jangka waktu tertentu; dan/atau

b) badan dalam negeri;

2. dividen yang berasal dari luar negeri dan penghasilan setelah pajak dari suatu bentuk usaha tetap di luar negeri yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak badan dalam negeri atau Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri, sepanjang diinvestasikan atau digunakan untuk mendukung kegiatan usaha lainnya di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam jangka waktu tertentu