Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian Badan Keagamaan Yang Menerima Harta Hibahan Bukan Sebagai Objek Pajak

Badan Keagamaan Yang Menerima Harta Hibahan Bukan Sebagai Objek Pajak adalah badan yang memenuhi syarat sebagai berikut :
1. Badan termasuk lembaga keagamaan yang dibentuk dan disyahkan oleh pemerintah yang kegiatannya semata-mata mengurus tempat-tempat ibadah dan/atau menyelenggarakan kegiatan di bidang keagamaan, yang tidak mencari keuntungan.

2. Harta hibahan dapat berbentuk uang atau barang.

3. Harta hibahan yang berbentuk barang dibukukan oleh Pihak penerima dengan nilai perolehan sebesar:

a. nilai sisa buku fiskal apabila Pihak pemberi wajib menyelenggarakan pembukuan; atau.

b. nilai lain apabila Pihak pemberi tidak wajib menyelenggarakan pembukuan.

4. Nilai lain meliputi:

a. untuk harta berupa tanah dan/atau bangunan sebesar:

1) Nilai Jual Objek Pajak yang tercantum dalam Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun pajak saat terjadi pengalihan; atau

2) surat keterangan dari Instansi Pemerintah yang membidangi urusan pajak daerah dimana tanah dan/atau bangunan terdaftar dalam hal tidak terdapat Surat Pemberitahuan Pajak Terutang Pajak Bumi dan Bangunan sebagaimana dimaksud pada angka 1).

b. untuk harta selain tanah dan/atau bangunan, sebesar harga pasar harta tersebut saat terjadi pengalihan.

5. Nilai perolehan harta yang mempunyai masa manfaat lebih dari 1 (satu) tahun sepanjang digunakan untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan, pembebanannya dilakukan melalui penyusutan atau amortisasi sesuai ketentuan peraturan perundangan-undangan di bidang perpajakan.


Contoh Kasus  Hibah :

1. PT. Alam Tani Sejahtera adalah perusahaan yang telah terdaftar sebagai Wajib Pajak dan telah memiliki NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) sejak tanggal 20 Januari 2016.

2. Yayasan Masjid Agung Purwokerto adalah lembaga keagamaan yang telah terdaftar sebagai Wajib Pajak dan memilki NPWP sejak tanggal 23 Maret 2015.

3. Pada tanggal 18 Juni 2021 PT. Alam Tani Sejahtera bermaksud memberikan Hibah berupa Filling Cabinet dengan Nilai Perolehan sebesar Rp.30.000.000 (tiga puluh juta rupiah) dan Nilai Buku sebesar Rp.15.000.000 (lima belas juta rupiah) kepada Yayasan Masjid Agung Purwokerto.

4. Perlakuan Perpajakan bagi Yayasan Masjid Agung Purwokerto sebagai penerima hibah Filling Cabinet adalah sebagai berikut :

a. Penerimaan Hibah berupa Filling Cabinet diakui dan dicatat sebagai pendapatan yang termasuk ke dalam pendapatan bukan objek pajak.

b. Penerimaan Hibah berupa Filling Cabinet dicatat dan dibukukan dengan Nilai perolehan sebesar Rp.15.000.000 (lima belas juta rupiah).


Artikel Yang Perlu Diketahui :




Referensi :


2. PMK-90/PMK.03/2020 Tanggal 20 Juli 2020 Tentang Bantuan atau Sumbangan, Serta Harta Hibahan Yang Dikecualikan Sebagai Objek Pajak Penghasilan.

3. Keputusan Menteri Keuangan nomor 604/KMK.04/1994 Tanggal 21 Desember 1994 tentang Badan-badan dan pengusaha kecil yang menerima harta hibahan yang tidak termasuk sebagai objek penghasilan.

4. Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak No.SE-05/PJ.04/1995 tentang Badan-badan dan pengusaha kecil yang menerima harta hibahan yang tidak termasuk sebagai objek penghasilan.