Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Objek Pajak PPh Pasal 4 (2)

Pajak Penghasilan Pasal 4 ayat (2) adalah Pajak Penghasilan berdasarkan Pasal 4 ayat (2) Undang-Undang Pajak Penghasilan.

Pajak Penghasilan Pasal 4 ayat (2) merupakan Pajak Penghasilan yang bersifat Final.

Yang menjadi Objek PPh Pasal 4 Ayat (2) Terdiri dari :


- Penghasilan berupa bunga deposito.

- Penghasilan berupa bunga tabungan.

- Penghasilan berupa bunga obligasi.

- Penghasilan berupa bunga Surat Utang Negara.

- Penghasilan berupa bunga atau diskonto surat berharga jangka pendek yang diperdagangkan di pasar uang.

- Penghasilan berupa bunga simpanan yang dibayarkan oleh koperasi kepada anggota koperasi orang pribadi.

- penghasilan berupa hadiah undian.

- penghasilan dari transaksi saham dan sekuritas lainnya yang diperdagangkan di bursa.

- Penghasilan dari transaksi derivatif yang diperdagangkan di bursa.

- Penghasilan dari transaksi penjualan saham atau pengalihan penyertaan modal pada perusahaan pasangannya yang diterima oleh perusahaan modal ventura.

- penghasilan dari transaksi pengalihan harta berupa tanah dan/atau bangunan.

- Penghasilan dari usaha jasa konstruksi.

- Penghasilan dari usaha real estate.

- Penghasilan dari persewaan tanah dan/atau bangunan.

- Penghasilan yang diterima oleh Wajib Pajak tertentu dengan peredaran usaha sampai dengan 4,8 milyar berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2022.


Perlakuan Perpajakan atas Objek PPh Pasal 4 ayat (2) adalah sebagai berikut :

- Objek PPh Pasal 4 ayat (2) tidak dikenakan tarif pajak penghasilan berdasarkan Pasal 17 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan dan perubahannya.

- Pajak penghasilan dikenakan atas penghasilan tersebut dengan tarif pajak penghasilan tersendiri berdasarkan peraturan yang berlaku untuk jenis penghasilan tersebut.