Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian Dasar Pengenaan Pajak (DPP)

Pengertian Dasar Pengenaan Pajak (DPP) adalah :

Dasar Pengenaan Pajak adalah jumlah Harga Jual, Penggantian, Nilai Impor, Nilai Ekspor, atau nilai lain yang dipakai sebagai dasar untuk menghitung pajak yang terutang.

Dasar Pengenaan Pajak digunakan untuk menghitung besarnya PPN terutang, PPh Pasal 22 terutang, PPh Pasal 23 terutang, dan PPh Pasal 4 ayat 2 terutang.

Contoh Perhitungan Dasar Pengenaan Pajak adalah sebagai berikut :

1. CV.Aditya Sakti menjual komputer seharga Rp.10.000.000,00 tidak termasuk PPN kepada PT.Sari Rasa Abadi, 

Perhitungan Pajak :

Dasar Pengenaan Pajak atas penjualan komputer adalah sebesar 10.000.000 

PPN terutang : 10 % x 10.000.000 = 1.000.000 


2. CV.Gunung Slamet menjual komputer seharga 22.000.000 termasuk PPN kepada Bendahara Dinas Pendidikan, maka Dasar Pengenaan Pajak atas komputer adalah : 

Perhitungan Pajak :

Dasar Pengenaan Pajak :  100/110 x 22.000.000 = 20.000.000 

PPN terutang : 10 % x 20.000.000 = 2.000.000 

PPh Pasal 22 Terutang : 1,5 % x 20.000.000 = 300.000


3. PT. Samudera Surya Motor menyerahkan jasa servis sepeda motor kepada Instansi Pemerintah Dinas Pertanian sebesar Rp. 5.500.000 termasuk PPN.

Perhitungan Pajak :

Dasar Pengenaan Pajak : 100/110 x 5.500.000 = 5.000.000

PPN terutang : 10 % x 5.000.000 = 500.000

PPh Pasal 23 terutang : 2 % x 5.000.000 = 100.000

4. PT. Jaya Teknik Kontruksi menyerahkan jasa pembuatan gedung untuk kantor kepada PT. Tunas Agung Elektrik sebesar Rp. 500.000.000 belum termasuk PPN.

Perhitungan Pajak :

Dasar Pengenaan Pajak : 500.000.000

PPN Terutang : 10 % x 500,000,000 = 50.000.000

PPh Pasal 4 ayat 2 terutang : 2 % x 500.000.000 = 10.000.000

 



2. Peraturan Pemerintah Nomor  1 Tahun 2012 Tanggal 03 Januari 2012 Tentang Pelaksanaan Undang - Undang Nomor 42 Tahun 2009 Tentang PPN dan PPnBM