28 September 2014

Tata Cara Pembuatan Kode dan Nomor Seri pada Faktur Pajak


PKP (Pengusaha Kena Pajak) harus membuat Faktur Pajak dengan menggunakan Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran III  PER -24/PJ/2012 Tanggal 22 Nopember 2012 dan Perubahannya. 

 Kewajiban PKP (Pengusaha Kena Pajak) untuk membuat Faktur Pajak dengan Kode dan Nomor Seri yang diberikan oleh Kantor Pajak adalah sejak tanggal 1 April 2013, namun demikian bagi yang belum menerima Kode dan Nomor Seri kewajiban tersebut mulai berlaku sejak 1 Juni 2013.
Jadi mulai 1 Juni 2013 semua PKP (Pengusaha Kena Pajak) tanpa kecuali harus menggunakan Kode dan Nomor Seri yang diberikan oleh Kantor Pajak.

Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak terdiri dari 16 (enam belas) digit yaitu meliputi :
  • 2  (dua) digit Kode Transaksi;
Jenis Kode Transaksi ditentukan berdasarkan Jenis Transaksi yang dilakukan oleh Pengusaha Kena Pajak berdasarkan PER -24/PJ/2012 dan perubahannya. 
  • 1 (satu) digit Kode Status
Kode Status dibuat berdasarkan status penerbitan Faktur Pajak yaitu normal atau pembetulan.
  • 13 (tiga belas) digit Nomor Seri Faktur Pajak yang ditentukan oleh Direktorat Jenderal Pajak.
Nomor Seri Faktur Pajak diperoleh oleh Pengusaha Kena Pajak dengan cara meminta Nomor Seri Faktur Pajak ke Kantor Pelayanan Pajak dimana Pengusaha Kena Pajak Tersebut Terdaftar.
Urutan Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak yaitu :
Contoh penulisan Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak sebagai berikut:
010.900-13.00000001
berarti penyerahan yang terutang Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan PPN-nya dipungut oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP) Penjual yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) dan/atau Jasa Kena Pajak (JKP) kepada Pengusaha Kena Pajak selain Pemungut PPN, Faktur Pajak Normal (bukan Faktur Pajak Pengganti), dengan nomor seri 900-13.00000001 sesuai dengan nomor seri pemberian dari Kantor Pajak

Artikel Yang Terkait :
Dasar Hukum :