18 Oktober 2016

Bagaimana Cara Perhitungan PPh Badan Apabila Peredaran Bruto Sebesar 250 Juta dan Penghasilan Kena Pajak Sebesar 10 Juta


Pertanyaan Konsultasi Pajak :
  • CV.Cahaya Timur adalah perusahaan yang bergerak dibidang usaha perjualan obat-obatan.
  • Kalau misalkan untuk Tahun Pajak 2016, CV.Cahaya Timur mempunyai Peredaran Bruto atau Penjualan Bruto sebesar Rp.250.000.000,00. 
  • Penghasilan Kena Pajak sebesar Rp.10.000.000,00. 
  • Berapa PPh Badan yang terutang ? 
  • mohon bantuannya, terimakasih.
 Jawaban Konsultasi Pajak :
  • Untuk Tahun Pajak 2016 Perhitungan PPh Badan yang terutang diatur sebagai berikut :
  1. Tarif Pajak diterapkan berdasarkan besarnya peredaran usaha Final, Non Final dan Bukan Objek Pajak.
  2. Tarif Pajak untuk peredaran usaha s/d  4,8 Milyar adalah 25 % x 50% x Penghasilan Kena Pajak.
  3. Akan tetapi apabila untuk tahun pajak sebelumnya, Wajib Pajak Badan memiliki peredaran usaha sampai dengan 4,8 Milyar, maka atas penghasilan Wajib Pajak Badan tersebut dikenakan PPh Final (berdasarkan PP 46 Tahun 2013) dengan tarif pajak sebesar 1 % x Peredaran Usaha).
  • Apabila dalam kasus diatas Peredaran Usaha untuk Tahun Pajak 2015 besarnya lebih besar dari Rp. 4,8 Milyar, maka PPh Badan Terutang untuk Tahun Pajak 2016 adalah sebesar :
25 % x 50 % x 10.000.000 = 1.250.000
  • Apabila dalam kasus diatas Peredaran Usaha untuk Tahun Pajak 2015 besarnya sampai dengan Rp. 4,8 Milyar, maka PPh Badan Terutang untuk Tahun Pajak 2016 adalah sebesar :
1 % x 250.000.000 = 2.500.000
Artikel Yang Perlu Diketahui :
Referensi :