25 Maret 2016

Kewajiban Pajak Bagi Wajib Pajak Badan Berbentuk PT Usaha Pembangkit Listrik


Pertanyaan Konsultasi Pajak :
  • Pak, mohon bantuannya untuk menjawab pertanyaan saya. Jenis pajak apa saja yang diharus dilaporkan atau dibayarkan oleh Perusahaan yang berbentuk PT, bergerak di bidang pembangkit listrik, tapi saat ini PT tersebut masih dalam tahap pembangunan, belum menghasilkan , terima kasih atas jawabannya.
Jawaban Konsultasi Pajak:
  • Untuk Wajib Pajak Badan berbentuk PT yang mempunyai usaha Pembangkit Listrik, maka untuk melihat kewajiban pajaknya silahkan lihat Surat Keterangan Terdaftar dan untuk Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak yang diterima oleh Wajib Pajak pada saat pendaftaran NPWP dan/atau NPPKP. 
  • Apabila dalam Surat Keterangan Terdaftar terdapat kewajiban PPh Pasal 21, maka setiap bulan harus menyetor (Paling lambat tanggal 10) dan melaporkan SPT Masa PPh Pasal 21 (Paling lambat tanggal 20) berdasarkan perhitungan PPh Pasal 21 atas penghasilan yang diterima oleh penerima objek PPh Pasal 21 (pegawai tetap dan tidak tetap dan lain-lain) dari Wajib Pajak Badan tersebut. 
  • Apabila dalam Surat Keterangan Terdaftar terdapat kewajiban PPh Pasal 4 ayat (2), maka setiap ada transaksi objek PPh Pasal 4 ayat (2)  harus menyetor (Paling lambat tanggal 10 bulan berikut) dan melaporkan SPT Masa PPh Pasal 4 ayat (2) (Paling lambat tanggal 20 bulan berikut) berdasarkan perhitungan PPh Pasal 4 ayat (2) atas penghasilan yang dibayarkan kepada penerima objek PPh Pasal 4 ayat (2) tersebut. 
  • Apabila dalam Surat Keterangan Terdaftar terdapat kewajiban PPh Pasal 23, maka setiap ada transaksi objek PPh Pasal 23  harus menyetor (Paling lambat tanggal 10 bulan berikut) dan melaporkan SPT Masa PPh Pasal 23 (Paling lambat tanggal 20 bulan berikut) berdasarkan perhitungan PPh Pasal 23 atas penghasilan yang dibayarkan kepada penerima objek PPh Pasal 23 tersebut. 
  • Apabila dalam Surat Keterangan Terdaftar terdapat kewajiban PPh Pasal 25, maka setiap bulan harus menyetor (Paling lambat tanggal 15) dan melaporkan SPT Masa PPh Pasal 25 berupa SSP lembar ke-3 (paling lambat tanggal 20) berdasarkan perhitungan PPh Pasal 25 untuk Wajib Pajak Badan, karena PT tersebut belum ada penghasilan, maka PPh Pasal 25 adalah NIHIL. 
  • Apabila dalam Surat Keterangan Terdaftar terdapat kewajiban SPT Tahunan PPh Badan (Pasal 29), maka setiap Tahun harus menyetor dan melaporkan SPT Tahunan PPh Badan paling lambat 30 April berdasarkan perhitungan PPh Pasal 29 untuk Perhitungan Pajak PPh Badan , karena PT tersebut belum ada penghasilan maka SPT Tahunan PPh Badan dilaporkan NIHIL. 
  • Apabila Wajib Pajak Badan mempunyai kewajiban pajak PPN berdasarkan Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak, Wajib Pajak tersebut wajib melaporkan SPT Masa PPN setiap akhir bulan berikut, karena Listrik dibebaskan dari pengenaan PPN, maka SPT Masa PPN (apabila ada kewajiban PPN) dilaporkan NIHIL. 
  • Sehingga dari kasus tersebut diatas PT (Usaha Pembangkit Listrik) sebagai Wajib Pajak Badan belum ada penghasilan maka yang harus dilaporkan adalah :
  1. SPT Masa PPh Pasal 21 (jika mempunyai kewajiban PPh Pasal 21)
  2. SPT Masa PPh Pasal 25 (SSP lembar ke-3 diisi NIHIL)
  3. SPT Masa PPh Pasal 4 ayat 2 (dilaporkan jika ada transaksi objek PPh Pasal 4 ayat 2)
  4. SPT Masa PPh Pasal 23 (dilaporkan jika ada transaksi objek PPh Pasal 23)
  5. SPT Masa PPN (jika mempunyai kewajiban PPN diisi NIHIL)
  6. SPT Tahunan PPh Badan (dilaporkan diisi NIHIL).
Artikel Terkait :
Referensi :