29 Desember 2014

Perlakuan PPN dan PPnBM Apabila Terjadi Pembatalan Transaksi Pembelian Barang Kena Pajak (BKP )

Pertanyaan Konsultasi Pajak :
  • Saya ada masalah dengan PPN dan PPn-BM nih gan, jika terjadi pembatalan transaksi atas pembelian Barang Kena Pajak (BKP)  yang ada PPN dan PPn-BMnya, apakah bisa dikompensasikan kemasa pajak berikutnya ?
Jawaban Konsultasi Pajak :
  • Perlakuan PPN dan PPnBM Apabila Terjadi Pembatalan Transaksi Pembelian BKP berlaku ketentuan sebagai berikut :
  1.  Dalam hal terjadi pembatalan transaksi penyerahan Barang Kena Pajak dan Jasa Kena Pajak yang Faktur Pajak-nya telah diterbitkan, maka Faktur Pajak tersebut harus dibatalkan.
  2.  Pembatalan transaksi harus didukung oleh bukti atau dokumen yang membuktikan bahwa telah terjadi pembatalan transaksi. Bukti dapat berupa pembatalan kontrak atau dokumen lain yang menunjukkan telah terjadi pembatalan transaksi tersebut.
  3. Pengusaha Kena Pajak Penjual yang melakukan pembatalan Faktur Pajak harus memiliki bukti dari Pengusaha Kena Pajak Pembeli yang menyatakan bahwa transaksi dibatalkan.
  4. Faktur Pajak yang dibatalkan harus tetap diadministrasi (disimpan) oleh Pengusaha Kena Pajak Penjual yang menerbitkan Faktur Pajak tersebut.
  5. Pengusaha Kena Pajak Penjual yang membatalkan Faktur Pajak harus mengirimkan surat pemberitahuan dan copy dari Faktur Pajak yang dibatalkan ke Kantor Pelayanan Pajak tempat Pengusaha Kena Pajak Penjual dikukuhkan dan ke Kantor Pelayanan Pajak tempat Pengusaha Kena Pajak Pembeli dikukuhkan.
  6. Dalam hal Pengusaha Kena Pajak Penjual belum melaporkan Faktur Pajak yang dibatalkan di dalam Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai, maka Pengusaha Kena Pajak Penjual harus tetap melaporkan Faktur Pajak tersebut dalam Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai dengan mencantumkan nilai 0 (nol) pada kolom DPP, PPN atau PPN dan PPn BM.
  7. Dalam hal Pengusaha Kena Pajak Penjual telah melaporkan Faktur Pajak tersebut dalam Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai sebagai Faktur Pajak Keluaran, maka Pengusaha Kena Pajak Penjual harus melakukan pembetulan Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai Masa Pajak yang bersangkutan, dengan cara tetap melaporkan Faktur Pajak yang dibatalkan tersebut dan mencantumkan nilai 0 (nol) pada kolom DPP, PPN atau PPN dan PPn BM.
  8. Dalam hal Pengusaha Kena Pajak Pembeli telah melaporkan Faktur Pajak yang dibatalkan tersebut dalam Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai sebagai Faktur Pajak Masukan, maka Pengusaha Kena Pajak Pembeli harus melakukan pembetulan Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai Masa Pajak  (SPT Masa PPN) yang bersangkutan, dengan cara tetap melaporkan Faktur Pajak yang dibatalkan tersebut dengan mencantumkan nilai 0 (nol) pada kolom DPP, PPN atau PPN dan PPn BM.
  • Berdasarkan ketentuan tersebut diatas, maka atas kasus pembatalan pembelian tersebut yang harus dilakukan bagi pembeli adalah :
  1.  Apabila Faktur Pajak belum dilaporkan ke Kantor Pajak melalui SPT Masa PPN, maka Saudara harus meminta dokumen pembatalan faktur pajak kepada penjual serta meminta uang atas harga beli barang dan PPN serta PPnBM yang telah dipungut oleh penjual.
  2.  Apabila Faktur Pajak sudah dilaporkan ke Kantor Pajak melalui SPT Masa PPN, maka harus meminta dokumen pembatalan faktur pajak kepada penjual serta meminta uang atas harga beli barang dan PPN serta PPnBM yang telah dipungut oleh penjual dan melakukan pembetulan SPT Masa PPN Masa Pajak yang bersangkutan, dengan cara tetap melaporkan Faktur Pajak yang dibatalkan tersebut dengan mencantumkan nilai 0 (nol) pada kolom DPP, PPN atau PPN dan PPn BM.
  3. Sehingga atas uang PPN dan PPnBM yang telah dibayarkan oleh pembeli kepada penjual tidak dapat dikompensasikan ke masa berikutnya tetapi harus diminta kembali dari penjual Barang Kena Pajak tersebut. 
Artikel yang perlu diketahui :
Referensi :