Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Download Formulir Transkrip Kutipan Elemen-Elemen Laporan Keuangan Berbentuk Excel Sebagai Lampiran SPT Tahunan PPh Badan 1771

Download Formulir Transkrip Kutipan Elemen-Elemen Laporan Keuangan Berbentuk Excel Sebagai Lampiran SPT Tahunan PPh Badan 1771 :

Formulir Transkrip Kutipan Elemen-Elemen Laporan Keuangan digunakan oleh Wajib Pajak Badan untuk melaporkan ringkasan dari laporan keuangan yang mencerminkan keseluruhan isi dari laporan keuangan meliputi Laporan Neraca dan Laporan Laba Rugi.

Formulir Transkrip Kutipan Elemen-Elemen Laporan Keuangan terdiri dari :
No.
Kode Formulir
Jenis Usaha Wajib Pajak
1.
8A-1
Perusahaan Industri Manufaktur
2.
8A-2
Perusahaan Dagang
3.
8A-3
Bank Konvensional
4.
8A-4
Bank Syariah
5.
8A-5
Perusahaan Asuransi
6.
8A-6
Non-Kualifikasi (selain tujuh jenis usaha yang ada)
7.
8A-7
Dana Pensiun
8.
8A-8
Perusahaan Pembiayaan







Setiap Wajib Pajak Badan wajib mengisi salah satu formulir transkrip kutipan elemen-elemen dari laporan keuangan tersebut sesuai dengan jenis usahanya. 

Apabila jenis usaha Wajib Pajak Badan tidak terdapat dalam salah satu jenis usaha tersebut, maka Wajib Pajak Badan dapat menggunakan Formulir Transkrip Kutipan Elemen-Elemen dari Laporan Keuangan dengan Kode Formulir 8A-6 (Non-Kualifikasi)
Formulir Transkrip Kutipan Elemen-Elemen Laporan Keuangan Berbentuk Excel terdiri dari :

1. Formulir Transkrip Kutipan Elemen-Elemen Laporan Keuangan Berbentuk Excel Tahun Pajak 2020 selengkapnya silahkan DOWNLOAD DISINI

2. Formulir Transkrip Kutipan Elemen-Elemen Laporan Keuangan Berbentuk Excel Tahun Pajak 2019 selengkapnya silahkan DOWNLOAD DISINI

3. Formulir Transkrip Kutipan Elemen-Elemen Laporan Keuangan Berbentuk Excel Tahun Pajak 2018 selengkapnya silahkan DOWNLOAD DISINI

4. Formulir Transkrip Kutipan Elemen-Elemen Laporan Keuangan Berbentuk Excel Tahun Pajak 2017 selengkapnya silahkan DOWNLOAD DISINI


Petunjuk Pengisian Transkrip Kutipan Elemen-Elemen Laporan Keuangan

A. Tahun Pajak :
Diisi dengan angka tahun buku dan periode tahun buku perusahaan Wajib Pajak.

B. NPWP :
Diisi sesuai dengan NPWP yang tercantum dalam Kartu NPWP

C. Nama Wajib Pajak :
Diisi sesuai dengan nama yang tercantum dalam Kartu NPWP

D. Elemen Neraca :

1. Elemen neraca terdiri dari dua sisi yaitu sisi aktiva serta sisi kewajiban dan ekuitas.

2. Setiap saldo akun neraca dalam Laporan Keuangan harus dipindahkan dengan tepat ke akun neraca dalam transkrip kutipan.

3. Wajib Pajak mengisi akun neraca dalam transkrip kutipan seperlunya, sesuai dengan akun yang ada dalam Laporan Keuangan.

4. Jika akun neraca dalam transkrip kutipan tidak ada dalam Laporan Keuangan maka kolom nilai akun neraca dalam transkrip kutipan tersebut cukup diisi dengan tanda coret (-).

5. Jika akun neraca dalam Laporan Keuangan tidak sesuai dengan akun neraca dalam transkrip kutipan maka pindahkan nilai akun neraca dalam Laporan Keuangan tersebut ke akun sejenis atau ke akun lainnya yang terdapat dalam transkrip kutipan, misalnya pindahkan akun goodwill ke akun aktiva tidak lancar lainnya.

E. Elemen laporan laba/rugi :

1. Setiap saldo akun laporan laba/rugi dalam Laporan Keuangan harus dipindahkan dengan tepat ke akun laporan laba/rugi dalam transkrip kutipan.

2. Wajib Pajak mengisi akun laporan laba/rugi dalam transkrip kutipan seperlunya, sesuai dengan akun yang ada dalam Laporan Keuangan.

3. Jika akun laporan laba/rugi dalam transkrip kutipan tidak ada dalam Laporan Keuangan maka kolom nilai akun laporan laba/rugi dalam transkrip kutipan tersebut cukup diisi dengan tanda coret (-).

4. Jika akun laporan laba/rugi dalam Laporan Keuangan tidak sesuai dengan akun laporan laba/rugi dalam transkrip kutipan maka pindahkan nilai akun laporan laba/rugi dalam Laporan Keuangan tersebut ke akun sejenis atau ke akun lainnya yang terdapat dalam transkrip kutipan.

F. Elemen transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa sesuai PSAK Nomor 7

1. Pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah pihak-pihak yang dianggap mempunyai hubungan istimewa bila satu pihak mempunyai kemampuan untuk mengendalikan pihak lain atau mempunyai pengaruh signifikan atas pihak lain dalam mengambil keputusan keuangan dan operasional.

2. Transaksi antara pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah suatu pengalihan sumber daya atau kewajiban antara pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, tanpa menghiraukan apakah suatu harga diperhitungkan.

3. Berikut ini adalah contoh situasi transaksi antara pihak yang mempunyai hubungan istimewa yang mungkin memerlukan pengungkapan:

a. pembelian atau penjualan barang

b. pembelian atau penjualan properti dan aktiva lain

c. pemberian atau penerimaan jasa

d. pengalihan riset dan pengembangan

e. pendanaan (termasuk pemberian pinjaman dan penyetoran modal baik secara tunai maupun dalam bentuk natura)

f. garansi dan penjaminan (collateral)

g. kontrak manajemen.

G. Pernyataan

a. diisi dengan tempat dan tanggal pembuatan transkrip

b. berilah tanda silang (X) pada kotak yang sesuai

c. diisi dengan nama lengkap pengurus/kuasa

d. kotak diisi dengan tanda tangan dan cap perusahaan