10 Agustus 2015

Pengertian Badan

Pengertian Badan Adalah :
Badan adalah sekumpulan orang dan/atau modal yang merupakan kesatuan baik yang melakukan usaha maupun yang tidak melakukan usaha.

Badan antara lain terdiri dari : 
  • Perseroan Terbatas (PT).
  • Perseroan Komanditer (CV).
  • Perseroan lainnya.
  • Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan nama dan dalam bentuk apa pun.
  • Badan Usaha Milik Daerah dengan nama dan dalam bentuk apa pun.
  • Firma.
  • Kongsi
  • Koperasi.
  • Dana pensiun.
  • Persekutuan.
  • Perkumpulan.
  • Yayasan.
  • Organisasi Massa.
  • Organisasi sosial politik.
  • Partai Politik.
  • Kontrak Investasi Kolektif.
  • Bentuk Usaha Tetap.
  • Karang Taruna.
  • Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
  • Asosiasi.
Sehingga semua badan yang bergerak dibidang usaha yang mencari laba / profit dan non profit / nirlaba merupakan badan yang mempunyai kewajiban mendaftarkan diri sebagai wajib pajak untuk mendapatkan NPWP.


Berdasarkan tempat penyetoran dan pelaporan kewajiban perpajakan, maka Badan dibagi menjadi tiga jenis, yaitu :
  • Badan yang berstatus Tunggal
Badan yang berstatus sebagai Tunggal tidak mempunyai cabang, sehingga seluruh kewajiban pajaknya disetor dan dilaporkan ke Kantor Pelayanan Pajak dimana Badan tersebut terdaftar.
  • Badan yang berstatus Pusat
Badan yang berstatus sebagai Pusat mempunyai satu atau lebih cabang, sehingga kewajiban pajaknya diatur sebagai berikut :
  1. Disetor dan dilaporkan ke Kantor Pelayanan Pajak dimana Badan yang berstatus Pusat tersebut terdaftar atas kewajiban PPh Badan atas kegiatan Badan Pusat dan seluruh cabang, PPh Pemotongan dan/atau Pemungutan (Pasal 21/26, Pasal 22,  Pasal 23/26, Pasal 15, Pasal 4 ayat 2) atas kegiatan Badan Pusat saja, serta PPN dan PPnBM Badan Pusat serta Cabang (apabila PPN dan PPnBM dilakukan Pemusatan).
  2. Disetor dan dilaporkan ke Kantor Pelayanan Pajak dimana Badan yang berstatus Cabang tersebut terdaftar atas kewajiban PPh Pemotongan dan/atau Pemungutan (Pasal 21/26, Pasal 22, Pasal 23/26, Pasal 15, Pasal 4 ayat 2) atas kegiatan Badan Cabang, serta PPN dan PPnBM Cabang (apabila PPN dan PPnBM tidak dilakukan Pemusatan).
  • Badan yang berstatus Cabang
Badan yang berstatus sebagai Cabang tidak mempunyai kewajiban PPh Badan, sehingga kewajiban pajak yang disetor dan dilaporkan ke Kantor Pelayanan Pajak dimana Badan tersebut terdaftar sebagai Badan Cabang hanyalah kewajiban PPh Pemotongan dan/atau Pemungutan (Pasal 21/26, Pasal 22,  Pasal 23/26, Pasal 15, Pasal 4 ayat 2) atas kegiatan Badan Cabang, serta PPN dan PPnBM Cabang (apabila PPN dan PPnBM tidak dilakukan Pemusatan).
 Artikel Yang Perlu Diketahui :
 Referensi :