6 Januari 2017

Bukan Pemotong PPh Pasal 21

Bukan Pemotong PPh Pasal 21 meliputi :
  • Kantor perwakilan Negara asing.
  • Organisasi-organisasi internasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) huruf c Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan, yang telah ditetapkan oleh Menteri Keuangan. Dalam hal organisasi internasional tidak memenuhi ketentuan tersebut, organisasi internasional dimaksud merupakan pemberi kerja yang berkewajiban melakukan pemotongan pajak.
Syarat bagi Organisasi-organisasi internasional agar tidak menjadi Pemotong PPh Pasal 21 adalah : 
  1. Indonesia menjadi anggota organisasi internasional tersebut.
  2. Organisasi internasional tersebut tidak menjalankan usaha atau kegiatan lain untuk memperoleh penghasilan dari Indonesia selain memberikan pinjaman kepada pemerintah yang dananya berasal dari iuran para anggota.
  • Pemberi kerja orang pribadi yang tidak melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas yang semata-mata mempekerjakan orang pribadi untuk melakukan pekerjaan rumah tangga atau pekerjaan bukan dalam rangka melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas.
Apabila Wajib Pajak Orang Pribadi menerima penghasilan dari Bukan Pemotong PPh Pasal 21, maka penghasilan tersebut merupakan objek Pajak Penghasilan yang harus dikenakan Pajak Penghasilan Orang Pribadi dan dilaporkan dalam SPT Tahunan PPh Orang Pribadi.

Artikel Yang Perlu Diketahui :