6 Januari 2014

Contoh Perhitungan PPh Badan untuk Peredaran Bruto Diatas Rp.4.800.000.000,- s/d Rp.50.000.000.000,-

Contoh Perhitungan PPh Badan Tahun Pajak 2012 dan 2011 untuk Peredaran Bruto diatas Rp.4.800.000.000,00 s/d Rp. 50.000.000,00  adalah sebagai berikut :
Peredaran bruto PT Motor Laris Selalu  dalam Tahun Pajak 2012 sebesar        
30.000.000.000 dengan Penghasilan Kena Pajak sebesar 3.000.000.000

Rinciannya adalah sebagai berikut :

Peredaran Bruto dari penghasilan yang :
-     Dikenai PPh bersifat final                             7.000.000.000
-     Bukan objek pajak                                        3.000.000.000
-     Dikenai PPh tidak bersifat final                   20.000.000.000
Jumlah                                                                                 30.000.000.000

Biaya untuk mendapatkan, menagih, dan
memelihara penghasilan usaha yang :

-     Dikenai PPh bersifat final                           (4.000.000.000)
-     Bukan objek pajak                                      (2.000.000.000)
-     Dikenai PPh tidak bersifat final                 (18.000.000.000)
Jumlah                                                                                (24.000.000.000)

Laba usaha  (penghasilan neto usaha)                                   6.000.000.000

Penghasilan dari luar usaha yang:

-     Dikenai PPh bersifat final                                 50.000.000
-     Dikenai PPh tidak bersifat final                   2.500.000.000  

Biaya untuk mendapatkan, menagih,
dan memelihara penghasilan dari luar usaha
yang :

-     Dikenai PPh bersifat final                               (25.000.000)
-     Dikenai PPh tidak bersifat final                  (1.000.000.000)

Penghasilan neto dari luar usaha                                              1.525.000.000

Jumlah seluruh penghasilan neto                                              7.525.000.000

Koreksi fiskal :


-     Peredaran bruto dari penghasilan            (7.000.000.000)                                                     
    yang dikenai PPh bersifat final
-     Peredaran bruto dari penghasilan            (3.000.000.000)    
yang bukan objek pajak
-     Biaya untuk mendapatkan, menagih,         4.000.000.000
dan memelihara penghasilan usaha
yang dikenai PPh bersifat final
-     Biaya untuk mendapatkan, menagih,         2.000.000.000
dan memelihara penghasilan usaha
yang bukan objek pajak
-     Peredaran dari luar usaha yang                 (  50.000.000)
dikenai PPh bersifat final
-     Biaya untuk mendapatkan, menagih,             25.000.000
dan memelihara penghasilan dari
luar usaha yang dikenai PPh bersifat final

Jumlah                                                                                          (4.025.000.000)

Jumlah seluruh penghasilan neto setelah koreksi fiskal             3.500.000.000

Kompensasi kerugian                                                                   (500.000.000)

Penghasilan Kena Pajak                                                              3.000.000.000

Penghitungan Pajak Penghasilan terutang :

Jumlah Penghasilan Kena Pajak dari bagian peredaran bruto
 yang memperoleh fasilitas :
  4.800.000.000   X 3.000.000.000,00   =   480.000.000
30.000.000.000

Jumlah Penghasilan Kena Pajak dari bagian peredaran bruto
yang tidak memperoleh fasilitas : 
  3.000.000.000,00 -  480.000.000 =  2.520.000.000

Pajak Penghasilan yang terutang :
 
- (50% x 25%) x  480.000.000                   =     60.000.000
- 25%  x   2.520.000.000                            =    630.000.000
Jumlah Pajak Penghasilan terutang                690.000.000

Catatan :
  • Perhitungan tersebut diatas adalah apabila peredaran usaha non final tahun pajak  2012 jumlahnya s/d Rp.4.800.000.000,- berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013.
  • Yang dimaksud dengan peredaran usaha bruto adalah peredaran usaha dari usaha pokok tidak termasuk penghasilan luar usaha.
Referensi :
  1. Pasal 17 dan 31 E Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan (PPh)
  2. Surat Edaran Dirjend Pajak No.66/PJ./2010 tentang Penegasan atas pelaksanaan UU No.36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan