Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Dan Contoh Perhitungan PPh Badan Dengan Peredaran Bruto Sampai Dengan Rp.4.800.000.000,-

Cara Dan Contoh Perhitungan PPh Badan Dengan Peredaran Bruto Sampai Dengan Rp.4.800.000.000,00

Sejak Tanggal 1 Juli 2013 perhitungan Pajak Penghasilan PPh Badan bagi Wajib Pajak Badan yang mempunyai penghasilan yang termasuk kriteria objek pajak non final berdasarkan Pasal 4 ayat 1 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan dihitung dengan memperhatikan besarnya Peredaran Usaha Bruto Tahun Pajak sebelumnya.


Apabila sudah diketahui berapa besarnya Peredaran Usaha Bruto Tahun Pajak sebelumnya baru dilakukan perhitungan Pajak Penghasilan sebagai berikut :


2. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013 Tentang PPh Atas Penghasilan Dari Usaha Yang Diterima Atau Diperoleh Wajib Pajak Yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu mulai 1 Juli 2013 sampai dengan 30 Juni 2018.

3. Mulai 1 Juli 2018 berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2018 Tentang PPh Atas Penghasilan Dari Usaha Yang Diterima Atau Diperoleh Wajib Pajak Yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu.

Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi tentang bagaimana Cara dan Contoh Perhitungan Pajak PPh Badan Dengan Peredaran Bruto sampai dengan Rp. 4.800.000.000,00 apabila : 

1. Peredaran Bruto Pada Tahun Pajak sebelumnya jumlahnya sampai dengan Rp. 4.800.000.000.

2. Peredaran Bruto PadaTahun Pajak sebelumnya  jumlahnya lebih dari Rp. 4.800.000.000. 

A. Perhitungan PPh Badan Tahun Pajak 2020

Cara dan Contoh Perhitungan Pajak PPh Badan Dengan Peredaran Bruto sampai dengan Rp.4.800.000.000 Tahun Pajak 2020 terdiri dari :

a. Cara dan Contoh Perhitungan Pajak PPh Badan Dengan Peredaran Bruto sampai dengan Rp.4.800.000.000 Untuk Tahun Pajak 2020 apabila Peredaran Bruto Pada Tahun Pajak 2019 jumlahnya sampai dengan Rp. 4.800.000.000 :

CV. Banu Bharata adalah perusahaan yang mempunyai kegiatan usaha dalam bidang Penjualan Sepeda.

Peredaran Bruto CV. Banu Bharata dalam Tahun Pajak 2019 sebesar Rp 1.427.000.000 (satu milyar empat ratus dua puluh tujuh juta rupiah).

Peredaran Bruto CV. Banu Bharata dalam Tahun Pajak 2020 sebesar Rp 1.813.260.000 dengan perincian sebagai berikut :

1. Penjualan Kotor bulan Januari 2020 adalah sebesar 130.000.000.

2. Penjualan Kotor bulan Pebruari 2020 adalah sebesar 122.650.000.

3. Penjualan Kotor bulan Maret 2020 adalah sebesar 155.320.000.

4. Penjualan Kotor bulan April 2020 adalah sebesar 181.200.000.

5. Penjualan Kotor bulan Mei 2020 adalah sebesar 144.860.000.

6. Penjualan Kotor bulan Juni 2020 adalah sebesar 176.230.000.

7. Penjualan Kotor bulan Juli 2020 adalah sebesar 138.200.000.

8. Penjualan Kotor bulan Agustus 2020 adalah sebesar 165.782.000.

9. Penjualan Kotor bulan September 2020 adalah sebesar 149.862.000.

10. Penjualan Kotor bulan Oktober 2020 adalah sebesar 136.852.000.

11. Penjualan Kotor bulan Nopember 2020 adalah sebesar 184.652.000.

12. Penjualan Kotor bulan Desember 2020 adalah sebesar 127.652.000.

Penghitungan Pajak Penghasilan terutang :

1. Karena Peredaran Bruto CV. Banu Bharata dalam Tahun Pajak 2019 sebesar Rp. 1.427.000.000 (satu milyar empat ratus dua puluh tujuh juta rupiah) atau tidak melebihi Rp.4.800.000.000, maka Perhitungan PPh Badan untuk tahun pajak 2020 adalah berdasarkan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2018 Tanggal 08 Juni 2018 Tentang PPh Atas Penghasilan Dari Usaha Yang Diterima Atau Diperoleh Wajib Pajak Yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu .

2. Sehingga atas Peredaran Bruto CV. Banu Bharata dalam Tahun Pajak 2020 sebesar Rp 1.813.260.000 dikenakan Pajak Penghasilan yang bersifat final dan dihitung dengan cara Peredaran Usaha Bruto setiap bulan dikenai tarif sebesar 0,5 % (setengah persen).

Hal ini terjadi karena Peredaran Bruto pada Tahun Pajak sebelumnya (Tahun 2019) tidak melebihi Rp.4.800.000.000 atau hanya sebesar 1.427.000.000 (satu milyar empat ratus dua puluh tujuh juta rupiah).

Sehingga Pajak Penghasilan yang harus disetor CV. Banu Bharata untuk Tahun Pajak 2020 adalah sebagai berikut :

1. Peredaran Usaha Bruto Januari sampai dengan Desember 2020

Bulan

Peredaran Bruto

 Januari

130.000.000

 Pebruari

122.650.000

 Maret

155.320.000

 April

181.200.000

 Mei

144.860.000

 Juni

176.230.000

 Juli

138.200.000

 Agustus

165.782.000

September

149.862.000

Oktober

136.852.000

Nopember

184.652.000

Desember

127.652.000

 Jumlah

1.813.260.000


2. Perhitungan PPh Final Januari sampai dengan Desember 2020

Bulan

Perhitungan PPh Final

 Januari

130.000.000 x 0,5 % = 650.000

 Pebruari

122.650.000 x 0,5 % = 613.250

 Maret

155.320.000 x 0,5 % = 776.600

 April

181.200.000 x 0,5 % = 906.000

 Mei

144.860.000 x 0,5 % = 724.300

 Juni

176.230.000 x 0,5 % = 881.150

 Juli

138.200.000 x 0,5 % = 691.000

 Agustus

165.782.000 x 0,5 % = 828.910

September

149.862.000 x 0,5 % = 749.310

Oktober

136.852.000 x 0,5 % = 684.260

Nopember

184.652.000 x 0,5 % = 923.260

Desember

127.652.000 x 0,5 % = 638.260


3. PPh Final Januari sampai dengan Desember 2020

Bulan

Perhitungan PPh Final

 Januari

650.000

 Pebruari

613.250

 Maret

776.600

 April

906.000

 Mei

724.300

 Juni

881.150

 Juli

691.000

 Agustus

828.910

September

749.310

Oktober

684.260

Nopember

923.260

Desember

638.260

 Jumlah

9.066.300


PPh Pasal 4 ayat 2 (berdasarkan PP 23 Tahun 2018) untuk masa pajak Januari sampai dengan Desember 2020 disetorkan setiap bulan paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya dengan Kode Jenis Setoran Pajak 411128-420.

b. Cara dan Contoh Perhitungan Pajak PPh Badan Dengan Peredaran Bruto Sampai Dengan Rp.4.800.000.000 Untuk Tahun Pajak 2020 apabila Peredaran Bruto PadaTahun Pajak 2019 jumlahnya lebih dari Rp. 4.800.000.000 :

PT. Tranggana Unggul Perkasa adalah perusahaan yang mempunyai kegiatan usaha dalam bidang Industri Textil.

Peredaran Bruto PT. Tranggana Unggul Perkasa dalam Tahun Pajak 2019 sebesar Rp 5.347.142.000.

Peredaran Bruto PT. Tranggana Unggul Perkasa dalam Tahun Pajak 2020 sebesar Rp 4.565.876.000 dengan Penghasilan Kena Pajak sebesar Rp.421.326.000.

Penghitungan Pajak Penghasilan Badan terutang :

1. Perhitungan PPh Badan Tahun 2020 karena Peredaran Bruto PT. Tranggana Unggul Perkasa dalam Tahun Pajak 2019 sebesar Rp 5.347.142.000 atau melebihi Rp.4.800.000.000, maka Perhitungan PPh Badan adalah berdasarkan :

1). Pasal 17 dan 31E Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan

2) Pasal 4 dan Pasal 5 Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2020 Tanggal 31 Maret 2020 Tentang Kebijakan Keuangan Negara Dan Stabilitas Sistem Keuangan Untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Dan/Atau Dalam Rangka Menghadapi Ancaman Yang Membahayakan Perekonomian Nasional Dan/Atau Stabilitas Sistem Keuangan.

2. Perhitungan PPh Badan Tahun 2020

Karena Peredaran Bruto PT. Tranggana Unggul Perkasa dalam Tahun Pajak 2019 sebesar Rp 5.347.142.000 atau melebihi Rp.4.800.000.000, maka Perhitungan PPh Badan dihitung dengan cara :

1) Tarif PPh Badan adalah sebesar 22 % (dua puluh dua persen).

2) Penghasilan Kena Pajak dikenai tarif Pajak penghasilan dengan mendapatkan fasilitas pengurangan 50 % yang dihitung dari Penghasilan Kena Pajak sebesar Rp. 421.326.000

Perhitungan Penghasilan Kena Pajak :

Penghasilan Kena Pajak yang mendapat fasilitas : 421.326.000

Pajak Penghasilan yang terutang :

Pajak Penghasilan yang mendapat fasilitas :

22 % x 50 % x 421.326.000 = 46.345.860

Total PPh Badan Terutang : 46.345.860

Catatan :
Untuk perhitungan Pajak Penghasilan Badan Penghasilan Kena Pajak dibulatkan dalam ribuan kebawah.

Baca Juga :

Contoh Perhitungan PPh Badan untuk Peredaran Bruto Diatas Rp.4.800.000.000,- s/d Rp.50.000.000.000,-

Contoh Perhitungan PPh Badan untuk Peredaran Bruto diatas Rp.50.000.000.000

B. Perhitungan PPh Badan Tahun Pajak 2019

Cara dan Contoh Perhitungan Pajak PPh Badan Dengan Peredaran Bruto sampai dengan Rp. 4.800.000.000,00 Untuk Tahun Pajak 2019 apabila Peredaran Bruto Pada Tahun Pajak 2018 jumlahnya sampai dengan Rp. 4.800.000.000,00 adalah sebagai berikut :
PT Cahaya Nirwana Abadi adalah perusahaan yang mempunyai kegiatan usaha dalam bidang perdagangan alat elektronik.
Peredaran Bruto PT Cahaya Nirwana Abadi dalam Tahun Pajak 2018 sebesar Rp 3.152.345.000,00 .

Peredaran Bruto PT Cahaya Nirwana Abadi dalam Tahun Pajak 2019 sebesar Rp 3.876.860.000,00 dengan perincian sebagai berikut :
  1. Penjualan Kotor bulan Januari 2019 adalah sebesar 323.600.000.
  2. Penjualan Kotor bulan Pebruari 2019 adalah sebesar 312.650.000.
  3. Penjualan Kotor bulan Maret 2019 adalah sebesar 295.320.000.
  4. Penjualan Kotor bulan April 2019 adalah sebesar 321.200.000.
  5. Penjualan Kotor bulan Mei 2019 adalah sebesar 314.860.000.
  6. Penjualan Kotor bulan Juni 2019 adalah sebesar 326.230.000.
  7. Penjualan Kotor bulan Juli 2019 adalah sebesar 368.200.000.
  8. Penjualan Kotor bulan Agustus 2019 adalah sebesar 345.782.000.
  9.  Penjualan Kotor bulan September 2019 adalah sebesar 319.862.000.
  10. Penjualan Kotor bulan Oktober 2019 adalah sebesar 316.852.000.
  11. Penjualan Kotor bulan Nopember 2019 adalah sebesar 314.652.000.
  12. Penjualan Kotor bulan Desember 2019 adalah sebesar 317.652.000.
Penghitungan Pajak Penghasilan terutang :
  1. Karena Peredaran Bruto PT Cahaya Nirwana Abadi dalam Tahun Pajak 2018 sebesar Rp 3.152.345.000,00 atau tidak melebihi Rp.4.800.000.000,00, maka Perhitungan PPh Badan untuk Tahun Pajak 2019 adalah berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2018 Tanggal 08 Juni 2018 Tentang PPh Atas Penghasilan Dari Usaha Yang Diterima Atau Diperoleh Wajib Pajak Yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu.
  2. Sehingga atas Peredaran Bruto PT Cahaya Nirwana Abadi dalam Tahun Pajak 2019 sebesar Rp 3.876.860.000,00 akan dikenakan PPh Pasal 4 ayat 2 untuk setiap bulan dengan tarif sebesar 0,5 % (setengah persen) dikalikan dengan peredaran bruto Januari sd Desember. 
Pajak Penghasilan yang harus disetor oleh PT Cahaya Nirwana Abadi untuk Tahun Pajak 2019 sebagai berikut :
Bulan
Peredaran Bruto
Tarif Pajak
PPh Pasal 4 ayat 2
Januari
323.600.000
0,5%
1.618.000
Pebruari
312.650.000
0,5%
1.563.250
Maret
295.320.000
0,5%
1.476.600
April
321.200.000
0,5%
1.606.000
Mei
314.860.000
0,5%
1.574.300
Juni
326.230.000
0,5%
1.631.150
Juli
368.200.000
0,5%
1.841.000
Agustus
345.782.000
0,5%
1.728.910
September
319.862.000
0,5%
1.599.310
Oktober
316.852.000
0,5%
1.584.260
Nopember
314.652.000
0,5%
1.573.260
Desember
317.652.000
0,5%
1.558.260
Jumlah
3.876.860.000

19.384.300

PPh Pasal 4 ayat 2 (berdasarkan PP 23 Tahun 2018) disetorkan setiap bulan paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya dengan Kode Jenis Setoran Pajak 411128-420.

Cara dan Contoh Perhitungan Pajak PPh Badan Dengan Peredaran Bruto sampai dengan Rp. 4.800.000.000,00 Untuk Tahun Pajak 2019 apabila Peredaran Bruto Pada Tahun Pajak 2018 jumlahnya lebih dari Rp. 4.800.000.000,00 :

PT Roti Sari Rasa adalah perusahaan yang mempunyai kegiatan usaha dalam bidang Penjualan Roti.
Peredaran Bruto PT Roti Sari Rasa dalam Tahun Pajak 2018 sebesar Rp 5.235.000.000,00.
Peredaran Bruto PT Roti Sari Rasa dalam Tahun Pajak 2019 sebesar Rp 4.356.235.000,00 dengan Penghasilan Kena Pajak sebesar 426.436.000.

Penghitungan Pajak Penghasilan terutang :
  1. Karena Peredaran Bruto PT Roti Sari Rasa dalam Tahun Pajak 2018 sebesar Rp 5.235.000.000,00 atau melebihi Rp.4.800.000.000,00, maka Perhitungan PPh Badan adalah berdasarkan Pasal 17dan 31E Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan.
  2. Karena Peredaran Bruto PT Roti Sari Rasa dalam Tahun Pajak 2019 sebesar Rp 4.356.235.000,00 atau tidak melebihi Rp.4.800.000.000,00, maka Perhitungan PPh Badan dihitung dengan cara Penghasilan Kena Pajak dikenai tarif sebesar 50% (lima puluh persen) dari tarif Pajak Penghasilan badan yang berlaku.
Pajak Penghasilan yang terutang :
(50% x 25%) x Rp 426.436.000,00 = Rp 53.304.500,00.

Artikel Yang Perlu Diketahui :

Artikel Tentang PPh Badan

Referensi :