19 Agustus 2015

Objek Pajak PPh Pasal 4 (2)


Yang menjadi Objek PPh Pasal 4 Ayat (2) Terdiri dari :
  • Penghasilan berupa bunga deposito dan tabungan lainnya.
  • Penghasilan berupa bunga obligasi.
  • Penghasilan berupa bunga surat utang Negara.
  • Penghasilan berupa bunga simpanan yang dibayarkan oleh koperasi kepada anggota koperasi orang pribadi.
  • penghasilan berupa hadiah undian
  • penghasilan dari transaksi saham dan sekuritas lainnya yang diperdagangkan di bursa.
  • Penghasilan dari transaksi derivatif yang diperdagangkan di bursa.
  • Penghasilan dari transaksi penjualan saham atau pengalihan penyertaan modal pada perusahaan pasangannya yang diterima oleh perusahaan modal ventura.
  • penghasilan dari transaksi pengalihan harta berupa tanah dan/atau bangunan.
  • Penghasilan dari usaha jasa konstruksi.
  • Penghasilan dari usaha real estate.
  • Penghasilan dari persewaan tanah dan/atau bangunan.
  • Penghasilan yang diterima oleh Wajib Pajak tertentu dengan peredaran usaha sampai dengan 4,8 milyar berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013.
Perlakuan Perpajakan atas Objek PPh Pasal 4 ayat (2) adalah sebagai berikut :
  • Objek PPh Pasal 4 ayat (2) tidak dikenakan tarif pajak penghasilan berdasarkan Pasal 17 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan.
  • Pajak penghasilan dikenakan atas penghasilan tersebut dengan tarif pajak penghasilan tersendiri berdasarkan peraturan yang berlaku untuk jenis penghasilan tersebut.
  • Objek PPh Pasal 4 ayat (2) wajib dilaporkan dalam  SPT Tahunan PPh.