Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bagaimana Pencatatan Penambahan dan Pengambilan Modal Dalam Neraca CV (Perseroan Komanditer)

Pertanyaan Konsultasi Pajak :

1. Salam pak, mohon penjelasan bagaimana perlakuan akuntansi pajak atas modal CV (Perseroan Komanditer) di neraca jika tidak tercatat dalam akta pendirian tetapi hanya berdasarkan pengeluaran pemilik di tambah dengan harta atau asset. 

2. Terima kasih atas penjelasannya.

Jawaban Konsultasi Pajak :

1. Perubahan modal pada perusahaan berbentuk CV (perseroan komanditer) tidak berdasarkan akte pendirian atau akte perubahannya tetapi berdasarkan : 
a. Penambahan modal karena setoran modal atau prive (pemilik CV ).

b. Pengurangan modal karena pengambilan prive (pemilik CV).

c. Penambahan modal karena laba perusahaan.

d. Pengurangan modal  karena rugi perusahaan.

2. Penyetoran prive bukan merupakan objek pajak penghasilan bagi CV (perseroan komanditer) (pasal 4 ayat (3) c Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 Tentang PPh).
 

" Yang dikecualikan dari objek pajak penghasilan adalah harta termasuk setoran tunai yang diterima oleh badan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan sebagai pengganti saham atau sebagai pengganti penyertaan modal

3. Penyetoran modal (prive) dapat berbentuk uang maupun aset/harta dan barang lainnya.

4. Pengambilan modal (prive) bukan merupakan objek pajak penghasilan bagi anggota perseroan komanditer (pemilik CV)  (pasal 4 ayat (3)  i Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 Tentang PPh).

Yang dikecualikan dari objek pajak  penghasilan adalah bagian laba yang diterima atau diperoleh anggota dari perseroan komanditer yang modalnya tidak terbagi atas saham-saham, persekutuan, perkumpulan, firma, dan kongsi, termasuk pemegang unit penyertaan kontrak investasi kolektif "

5. Pengambilan modal (prive) bukan merupakan biaya bagi perseroan komanditer (CV) 

a. Pasal 9 ayat (1) a Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan :

Untuk menentukan besarnya Penghasilan Kena Pajak bagi Wajib Pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap tidak boleh dikurangkan dari pembagian laba dengan nama dan dalam bentuk apapun seperti dividen, termasuk dividen yang dibayarkan oleh perusahaan asuransi kepada pemegang polis, dan pembagian sisa hasil usaha koperasi "

b. Pasal 9 ayat (1) j Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan :

Untuk menentukan besarnya Penghasilan Kena Pajak bagi Wajib Pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap tidak boleh dikurangkan dari gaji yang dibayarkan kepada anggota persekutuan, firma, atau perseroan komanditer yang modalnya tidak terbagi atas saham "

6. Didalam perusahaan berbentuk CV (perseroan komanditer) pemilik yang tercantum dalam Akte Pendirian tidak akan menerima gaji tetapi memperoleh atau mengambil prive dari perusahaan.

Referensi : 

1. Undang-Undang  Nomor 36 Tahun 2008 Tentang PPh (Pajak Penghasilan)