10 Desember 2016

Saat Dimulainya Penyusutan atas Aktiva/Harta Berwujud Dalam SPT Tahunan PPh Badan dan PPh Orang Pribadi Yang Menggunakan Pembukuan

Penyusutan dimulai pada bulan dilakukannya pengeluaran, kecuali untuk harta yang masih dalam proses pengerjaan, penyusutannya dimulai pada bulan selesainya pengerjaan harta tersebut.
Contoh 1 :
Sebuah Perusahaan membeli 10 Komputer yang dibeli dan ditempatkan pada 30 Juli 2016 dengan harga perolehan sebesar Rp100.000.000,00. Masa manfaat dari komputer tersebut adalah 4 (empat) tahun. Masa manfaat komputer tersebut adalah dimulai bulan Juli 2016. Kalau tarif penyusutan misalnya ditetapkan 50% (metode saldo menurun), maka penghitungan penyusutannya adalah sebagai berikut :
Tahun
Tarif
Penyusutan
Nilai Sisa Buku
Harga Perolehan
100.000.000
2016
6/12 x 50%
25.000.000
75.000.000
2017
50%
37.500.000
37.500.000
2018
50%
18.750.000
18.750.000
2019
50%
 9.375.000
  9.375.000
2020
Disusutkan sekaligus
 9.375.000
0

Contoh 2 :Pengeluaran untuk pembangunan sebuah gedung adalah sebesar Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah). Pembangunan dimulai pada bulan Oktober 2015 dan selesai untuk digunakan pada bulan Maret 2016. Penyusutan atas harga perolehan bangunan gedung tersebut dimulai pada bulan Maret tahun pajak 2016.
Dengan persetujuan Direktur Jenderal Pajak, Wajib Pajak diperkenankan melakukan penyusutan mulai pada bulan harta tersebut digunakan untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan atau pada bulan harta yang bersangkutan mulai menghasilkan.


Contoh 3 :
PT X yang bergerak di bidang perkebunan membeli traktor pada tahun 2015. Perkebunan tersebut mulai menghasilkan (panen) pada tahun 2016. Dengan persetujuan Direktur Jenderal Pajak, penyusutan traktor tersebut dapat dilakukan mulai tahun 2016.

  
Artikel terkait :
Referensi :