Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Angsuran PPh Pasal 25 Untuk Wajib Pajak Badan Apabila SPT Tahunan PPh Badan Tahun Lalu Dilaporkan Pada Bulan April

Angsuran PPh Pasal 25 Untuk Wajib Pajak Badan

Wajib Pajak Badan Yang Wajib Membayar Angsuran PPh Pasal 25

Wajib Pajak Badan Yang Wajib Membayar Angsuran PPh Pasal 25 adalah Wajib Pajak Badan yang dalam menghitung PPh (Pajak Penghasilan) terutang berdasarkan Pasal 17 dan Pasal 31 E Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan dan dalam penghitungan angsuran Pasal 25 berdasarkan Pasal 25 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan.

Angsuran PPh Pasal 25 Untuk Wajib Pajak Badan

Angsuran PPh Pasal 25 Untuk Wajib Pajak Badan adalah Besarnya angsuran pajak penghasilan dalam tahun pajak berjalan yang harus dibayar sendiri oleh Wajib Pajak Badan untuk setiap bulan dari Masa Pajak Januari sampai dengan Masa Pajak Desember.

Angsuran PPh Pasal 25 Untuk Wajib Pajak Badan  Tahun 2020 Apabila SPT Tahunan PPh Badan Tahun 2019 Disampaikan Pada Bulan April 2020

Perhitungan Angsuran PPh Pasal 25 Untuk Wajib Pajak Badan Tahun 2020 Apabila SPT Tahunan PPh Badan Tahun 2019 Disampaikan Pada Bulan April 2020

Angsuran PPh Pasal 25 untuk Masa Pajak Januari sampai dengan Maret 2020 adalah sebesar Angsuran PPh Pasal 25 Masa Pajak Desember Tahun 2019.

Angsuran PPh Pasal 25 untuk Masa Pajak April sampai dengan Desember 2020 adalah sebesar Angsuran PPh Pasal 25 berdasarkan perhitungan Angsuran PPh Pasal 25 yang terdapat dalam SPT Tahunan PPh Badan Tahun Pajak 2019 dengan Tarif Pajak Penghasilan sebesar 22 % (dua puluh dua) persen.

Contoh Perhitungan Angsuran PPh Pasal 25 Untuk Wajib Pajak Badan Tahun 2020 Apabila SPT Tahunan PPh Badan Tahun 2019 Disampaikan Pada Bulan April 2020

Data Dasar Perhitungan PPh Pasal 25

PT. Langgeng Jaya Motor  terdaftar sebagai Wajib Pajak Badan sejak tanggal 20 Maret 2010.

Sejak tahun 2017 PT.Langgeng Jaya Motor dalam menghitung Pajak Penghasilan Badan menggunakan tarif Pajak Pasal 17 dan 31 E Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan.

SPT Tahunan PPh Badan Tahun 2019 dilaporkan pada tanggal 27 April 2020.

Peredaran Usaha Bruto untuk Tahun 2019 sebesar Rp.34.379.980.000 (tiga puluh empat milyar tiga ratus tujuh puluh sembilan juta sembilan ratus delapan puluh ribu rupiah).

Kredit Pajak PPh Pasal 22 dan PPh Pasal 23 sebesar Rp.19.546.789 (sembilan belas juta lima ratus empat puluh enam ribu tujuh ratus delapan puluh sembilan rupiah).

Penghasilan Kena Pajak Tahun 2019 sebesar Rp.387.657.000 (tiga ratus delapan puluh tujuh juta enam ratus lima puluh tujuh ribu rupiah).

Angsuran PPh Pasal 25 Bulan Desember 2019 sebesar Rp.6.540.000 (enam juta lima ratus empat puluh ribu rupiah

Perhitungan Angsuran PPh Pasal 25 Masa Januari sampai dengan Maret 2020

Angsuran PPh Pasal 25 yang harus dibayar oleh PT. Langgeng Jaya Motor  dari Januari sampai dengan Maret 2020 adalah sebesar Rp.6.540.000 setiap bulan.

Januari : Rp.6.540.000

Pebruari : Rp.6.540.000

Maret : Rp.6.540.000

Perhitungan Angsuran PPh Pasal 25 Masa April sampai dengan Masa Desember 2020

 Uraian Jumlah
 Penghasilan Kena Pajak 387.657.000
 PPh Terutang 79.330.790
 Kredit Pajak  19.546.789
 Dasar Angsuran PPh Pasal 25 59.784.001
 Angsuran PPh Pasal 25  4.982.000 

Angsuran PPh Pasal 25 yang harus dibayar oleh PT. Langgeng Jaya Motor  dari April sampai dengan Desember 2020 adalah sebesar Rp. 4.982.000 setiap bulan.

Penjelasan 

Penjelasan Perhitungan PPh Terutang :

PKP dari SPT Tahunan 2019 : 387.657.000

PKP dapat fasilitas : 4.800.000.000 /  34.379.980.000 x 387.657.000 = 54.123.173

PKP tidak dapat fasilitas : 387.657.000 - 54.123.173 = 333.533.827 

PPh Terutang Dapat Fasilitas : 54.123.173 x 11 % = 5.953.530 

PPh Terutang Tidak Dapat Fasilitas : 333.533.827 x 22 % = 73.377.260

Total PPh Terutang : 5.953.530 + 73.377.260 = 79.330.790

Penjelasan Perhitungan Dasar Angsuran PPh Pasal 25 :

Dasar Angsuran PPh Pasal 25 : 79.330.790 - 19.546.789 =  59.784.001

Penjelasan Perhitungan Angsuran PPh Pasal 25 :

Angsuran PPh Pasal 25 per bulan  : 59.784.001/12 =   4.982.000 


Pembayaran Angsuran PPh Pasal 25

Angsuran Pajak PPh Pasal 25 harus dibayarkan atau disetorkan setiap bulan paling lambat tanggal 15 bulan berikut. 

Apabila tanggal 15 merupakan hari libur termasuk hari Sabtu atau hari libur nasional, maka pembayaran atau penyetoran pajak tersebut dapat dilakukan pada hari kerja berikutnya.

Pembayaran atau penyetoran angsuran PPh Pasal 25 dilakukan melalui Bank Persepsi atau Kantor Pos.

Pelaporan Angsuran PPh Pasal 25

Angsuran PPh Pasal 25 harus dilaporkan paling lambat tanggal 20 bulan berikutnya.

 Apabila Angsuran PPh Pasal 25 telah dibayarkan, berarti dianggap telah melaporkan.

Artikel Yang Terkait :

Referensi :