15 November 2018

Contoh Perhitungan PPh Badan untuk Peredaran Bruto diatas Rp.50.000.000.000,-

Contoh Perhitungan PPh Badan dengan Peredaran Bruto Lebih Dari Rp.50.000.000.000,- untuk Tahun Pajak 2018, 2017, 2016, 2015, 2014 adalah sebagai berikut :
Sejak Tanggal 1 Juli 2013 perhitungan Pajak Penghasilan PPh Badan bagi Wajib Pajak Badan yang mempunyai penghasilan yang termasuk kriteria objek pajak non final berdasarkan Pasal 4 ayat 1 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan dihitung dengan memperhatikan besarnya Peredaran Usaha Bruto Tahun Pajak sebelumnya.

Sejak 1 Juli 2018 Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013 Tentang PPh Atas Penghasilan Dari Usaha Yang Diterima Atau Diperoleh Wajib Pajak Yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu telah diganti dengan  Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2018 Tanggal 08 Juni 2018 Tentang PPh Atas Penghasilan Dari Usaha Yang Diterima Atau Diperoleh Wajib Pajak Yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu  

Apabila sudah diketahui berapa besarnya Peredaran Usaha Bruto Tahun Pajak sebelumnya baru dilakukan perhitungan Pajak Penghasilan sebagai berikut :
  1. Berdasarkan Pasal 17 dan 31E Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan atau;
  2. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2018 Tanggal 08 Juni 2018 Tentang PPh Atas Penghasilan Dari Usaha Yang Diterima Atau Diperoleh Wajib Pajak Yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu mulai 1 Juli 2018.
  3. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013 Tentang PPh Atas Penghasilan Dari Usaha Yang Diterima Atau Diperoleh Wajib Pajak Yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu mulai 1 Juli 2013 s.d  30 Juni 2018.
Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi tentang bagaimana Cara dan Contoh Perhitungan Pajak PPh Badan Dengan Peredaran Bruto Lebih Dari Rp.50.000.000.000,00 apabila :
  1. Peredaran Bruto Pada Tahun Pajak sebelumnya jumlahnya sampai dengan Rp. 4.800.000.000,00.
  2. Peredaran Bruto PadaTahun Pajak sebelumnya jumlahnya lebih dari Rp. 4.800.000.000,00.
Cara dan Contoh Perhitungan Pajak PPh Badan Dengan Peredaran Bruto Lebih Dari Rp.50.000.000.000,00 Untuk Tahun Pajak 2018 apabila Peredaran Bruto PadaTahun Pajak 2017 jumlahnya sampai dengan Rp. 4.800.000.000,00 sebagai berikut :
  • CV.Abadi Mulya adalah perusahaan yang mempunyai kegiatan usaha dalam bidang Penjualan Alat Tulis Kantor.
  • Peredaran Bruto CV. Abadi Mulya dalam Tahun Pajak 2017 sebesar Rp 3.245.265.000,00 .
Peredaran Bruto CV. Abadi Mulya dalam Tahun Pajak 2018 sebesar Rp 53.586.650.000,00 dengan perincian sebagai berikut :
  1. Penjualan Kotor bulan Januari 2018 adalah sebesar 4.632.000.000.
  2. Penjualan Kotor bulan Pebruari 2018 adalah sebesar 4.526.000.000.
  3. Penjualan Kotor bulan Maret 2018 adalah sebesar 4.123.000.000.
  4. Penjualan Kotor bulan April 2018 adalah sebesar 4.358.000.000.
  5. Penjualan Kotor bulan Mei 2018 adalah sebesar 4.261.000.000.
  6. Penjualan Kotor bulan Juni2018 adalah sebesar 4.498.000.000.
  7. Penjualan Kotor bulan Juli 2018 adalah sebesar 4.84.600.0000.
  8. Penjualan Kotor bulan Agustus 2018 adalah sebesar 4.714.000.000.
  9. Penjualan Kotor bulan September 2018 adalah sebesar 4.923.000.000.
  10. Penjualan Kotor bulan Oktober 2018 adalah sebesar 4.132.650.000.
  11. Penjualan Kotor bulan Nopember 2018 adalah sebesar 4.246.500.000.
  12. Penjualan Kotor bulan Desember 2018 adalah sebesar 4.326.500.000.
Penghitungan Pajak Penghasilan terutang :
  1. Karena Peredaran Bruto CV. Abadi Mulya dalam Tahun Pajak 2017 sebesar Rp 3.245.265.000,00 atau tidak melebihi Rp.4.800.000.000,00, maka Perhitungan PPh Badan untuk tahun pajak 2018 adalah berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013 Tentang PPh Atas Penghasilan Dari Usaha Yang Diterima Atau Diperoleh Wajib Pajak Yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu dan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2018 Tanggal 08 Juni 2018 Tentang PPh Atas Penghasilan Dari Usaha Yang Diterima Atau Diperoleh Wajib Pajak Yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu.
  2. Meskipun Peredaran Bruto CV. Abadi Mulya dalam Tahun Pajak 2018 sebesar Rp 53.586.650.000,00 atau melebihi Rp.4.800.000.000,00, akan tetapi Perhitungan PPh Badan untuk tahun pajak 2018 dihitung dengan cara Peredaran Usaha Bruto setiap bulan dikenai tarif sebesar 1 % (satu persen) untuk bulan Januari sd Juni 2018 dan 0,5 % (setengah persen) untuk bulan Juli sd Desember 2018. Hal ini terjadi karena Peredaran Bruto pada Tahun Pajak sebelumnya (Tahun 2017) tidak melebihi Rp.4.800.000.000,00 atau hanya sebesar Rp 3.245.265.000,00 .
Sehingga Pajak Penghasilan yang harus disetor CV. Abadi Mulya untuk Tahun Pajak 2018 sebagai berikut :
Bulan
Peredaran Bruto
Tarif Pajak
PPh Pasal 4 ayat 2
Januari
4.632.000.000
1 %
46.320.000
Pebruari
4.526.000.000
1 %
45.260.000
Maret
4.123.000.000
1 %
41.230.000
April
4.358.000.000
1 %
43.580.000
Mei
4.261.000.000
1 %
42.610.000
Juni
4.498.000.000
1 %
44.980.000
Juli
4.846.000.000
0,5 %
24.230.000
Agustus
4.714.000.000
0,5 %
23.570.000
September
4.923.000.000
0,5 %
24.615.000
Oktober
4.132.650.000
0,5 %
20.663.250
Nopember
4.246.500.000
0,5 %
21.232.500
Desember
4.326.500.000
0,5 %
21.632.500
Jumlah
53.586.650.000

399.923.250

PPh Pasal 4 ayat 2 (berdasarkan PP 46 Tahun 2013 dan PP Nomor 23 Tahun 2018) disetorkan setiap bulan paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya dengan Kode Jenis Setoran Pajak 411128-420.

Cara dan Contoh Perhitungan Pajak PPh Badan Dengan Peredaran Bruto Lebih Dari Rp.50.000.000.000,00 Untuk Tahun Pajak 2018 apabila Peredaran Bruto PadaTahun Pajak 2017 jumlahnya lebih dari Rp. 4.800.000.000,00 :
  • PT Surya Agung Sejati adalah perusahaan yang mempunyai kegiatan usaha dalam bidang Penjualan Mobil.
  • Peredaran Bruto PT Surya Agung Sejati dalam Tahun Pajak 2017 sebesar Rp 5.365.252.000,00 
  • Peredaran Bruto PT Surya Agung Sejati dalam Tahun Pajak 2018 sebesar Rp 51.236.759.000,00 dengan Penghasilan Kena Pajak sebesar Rp.4.956.813.000,00
Penghitungan Pajak Penghasilan terutang :
  1. Karena Peredaran Bruto PT Surya Agung Sejati dalam Tahun Pajak 2017 sebesar Rp 5.365.252.000,00 . atau melebihi Rp.4.800.000.000,00, maka Perhitungan PPh Badan untuk tahun pajak 2018 adalah berdasarkan Pasal 17 dan 31E Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan.
  2. Karena Peredaran Bruto PT Surya Agung Sejati dalam Tahun Pajak 2017 sebesar Rp 51.236.759.000,00 atau melebihi Rp.50.000.000.000,00, maka Perhitungan PPh Badan untuk tahun pajak 2018 dihitung dengan cara Penghasilan Kena Pajak dikenai tarif Pajak penghasilan sebesar 25 % yang dihitung dari Penghasilan Kena Pajak sebesar Rp. 4.956.813.000,00 .
Perhitungan Penghasilan Kena Pajak :
Penghasilan Kena Pajak yang tidak mendapat fasilitas : Rp. 4.956.813.000,00


Pajak Penghasilan yang terutang :
Pajak Penghasilan yang tidak mendapat fasilitas :
25% x 4.956.813.000= 1.239.203.250.

Jadi atas Penghasilan Kena Pajak sebesar Rp. 4.956.813.000,00 dikenakan Pajak Penghasilan Badan sebesar Rp. 1.239.203.250,00


Catatan :
Untuk perhitungan Pajak Penghasilan Badan Penghasilan Kena Pajak dibulatkan dalam ribuan kebawah.


Artikel Yang Perlu Diketahui :
Referensi :

Contoh Perhitungan PPh Badan dengan Peredaran Bruto diatas Rp.50.000.000,-  Untuk Tahun Pajak 2012, Tahun Pajak 2011 dan Tahun Pajak 2010

Peredaran bruto PT Total Jaya Indonesia dalam Tahun Pajak 2012 adalah sebagai berikut :

- terkait PPh bersifat final                           Rp 30.000.000.000,00

- terkait bukan objek pajak                          Rp 10.000.000.000,00

- terkait PPh tidak bersifat final                   Rp 20.000.000.000,00

Jumlah peredaran bruto                               Rp 60.000.000.000,00

dengan Penghasilan Kena Pajak sebesar Rp 2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah).

Penghitungan Pajak Penghasilan terutang :
Seluruh Penghasilan Kena Pajak dikenai tarif berdasarkan Pasal 17 ayat (1) huruf b Undang-Undang No.36 Tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan karena jumlah peredaran bruto PT Total Jaya Indonesia (Rp 60.000.000.000,00) melebihi Rp 50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah).

Pajak Penghasilan yang terutang Tahun 2012 adalah sebesar :
25% x Rp 2.000.000.000,00 = Rp 500.000.000,00

Referensi :