Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Download Formulir Daftar Penyusutan dan Amortisasi Fiskal Berbentuk Excel

Download Formulir Daftar Penyusutan dan Amortisasi Fiskal Berbentuk Excel Sebagai Lampiran SPT Tahunan PPh Badan 1771 

Formulir Daftar Penyusutan dan Amortisasi Fiskal digunakan oleh :

1. Wajib Pajak Badan. 

2. Wajib Pajak Orang Pribadi yang menggunakan pembukuan.

Formulir Daftar Penyusutan dan Amortisasi Fiskal digunakan Untuk : 

1. Melaporkan harta berwujud yang dimilikinya serta besarnya biaya penyusutan pada Tahun Pajak berjalan. 

2. Melaporkan harta tidak berwujud yang dimilikinya serta besarnya biaya amortisasi pada Tahun Pajak berjalan. 

Formulir Daftar Penyusutan wajib dilampirkan dalam laporan SPT Tahunan apabila Wajib Pajak memiliki harta berwujud dan/atau harta tidak berwujud.

Metode penyusutan dan amortisasi yang dapat digunakan oleh Wajib Pajak untuk menghitung besarnya biaya penyusutan adalah :

1. Metode Garis Lurus
Metode Garis Lurus adalah penyusutan dan amortisasi dilakukan dalam bagian-bagian yang sama besar selama masa manfaat yang telah ditentukan bagi harta tersebut

2. Metode Saldo Menurun.
Metode Saldo Menurun adalah penyusutan dan amortisasi dilakukan dalam bagian-bagian yang menurun selama masa manfaat, yang dihitung dengan cara menerapkan tarif penyusutan atas nilai sisa buku, dan pada akhir masa manfaat nilai sisa buku disusutkan sekaligus, dengan syarat dilakukan secara taat asas

Wajib Pajak dapat memilih salah satu metode penyusutan atau amortisasi tersebut, tetapi harus konsisten atau taat azas yaitu sekali memilih salah satu metode penyusutan atau amortisasi tidak boleh berubah lagi.

Petunjuk Pengisian Formulir Daftar Penyusutan dan Amortisasi Fiskal

A. Tahun Pajak

Diisi dengan angka tahun buku dan periode tahun buku perusahaan Wajib Pajak.

B. NPWP
Diisi sesuai dengan NPWP yang tercantum dalam Kartu NPWP

C. Nama Wajib Pajak
Diisi sesuai dengan nama yang tercantum dalam Kartu NPWP

D. Kelompok / Jenis Harta
Diisi per jenis harta berwujud / tidak berwujud yang dimiliki dan dipergunakan dalam perusahaan yang dapat disusutkan / diamortisasi.

Harta berwujud diisi berdasarkan kelompok harta berdasarkan PMK Nomor 96/PMK.03/2009 Tanggal 15 Mei 2009 Tentang Jenis-Jenis Harta Yang Termasuk Dalam Kelompok Harta Berwujud Bukan Bangunan Untuk Keperluan Penyusutan, yaitu sebagai berikut :

4. Jenis-Jenis Aktiva/Harta Berwujud Yang Termasuk Dalam Kelompok 4 Dalam SPT Tahunan PPh Badan dan PPh Orang Pribadi Yang Menggunakan Pembukuan

E. Bulan / Tahun Perolehan
Diisi dengan bulan dan tahun perolehan harta berwujud atau harta tidak berwujud, bagian dari bulan dianggap satu bulan.

Contoh :

1. PT. Cahaya Surya Perkasa membeli komputer pada tanggal 23 Desember 2020.
Maka pada bulan / tahun perolehan diisi Desember 2020.

2. Pembelian Sepeda Motor pada tanggal 3 Januari 2020, maka penyusutan dimulai pada bulan Januari 2020.

3. Pembelian Komputer pada tanggal 15 Juni 2020, maka penyusutan dimulai pada bulan Juni 2020.

4. Pembelian Mobil pada tanggal 31 Desember 2020, maka penyusutan dimulai pada bulan Desember 2020.

F. Harga Perolehan
Diisi dengan harga perolehan aktiva pada saat memperoleh aktiva tersebut, harga perolehan ditambah dengan PPN apabila PPN tidak dikreditkan sebagai Pajak Masukan dalam SPT Masa PPN.

Contoh :

1. CV. Sumber Segara terdaftar sebagai Wajib Pajak pada tanggal 20 Maret 2017.

2. Dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak pada tanggal 25 Maret 2017.

3. Pada bulan 15 Juni 2020 membeli mobil baru seharga Rp.200.000.000 (dua ratus juta rupiah) dengan PPN (Pajak Pertambahan Nilai) yang harus dibayar sebesar Rp.20.000.000 (dua puluh juta rupiah).

4. Mobil tersebut akan digunakan untuk operasional perusahaan sehingga PPN atas pembelian Mobil tersebut sebesar Rp.20.000.000 dikreditkan sebagai Pajak Masukan pada SPT Masa PPN Masa Juni 2020.

5. Oleh karena itu harga perolehan mobil diakui dengan harga perolehan sebesar Rp.200.000.000 sebagai dasar penyusutan.

G. Nilai Sisa Buku Awal Tahun
Diisi dengan nilai sisa buku akhir tahun sebelumnya.

Contoh :

1. PT. Rumpun Indah Sentosa terdaftar sebagai Wajib Pajak pada tanggal 26 Januari 2016.

2. Pada tanggal 5 Januari 2019 telah membeli Komputer seharga Rp.10.000.000

3. Penyusutan selama tahun 2019 adalah sebesar Rp. 2.500.000 (10.000.000 x 25 %).

4. Nilai buku komputer pada akhir 2019 sebesar Rp.7.500.000 (10.000.000 - 2.500.000)

5. Nilai buku awal komputer pada awal tahun 2020 adalah sebesar Rp.7.500.000

H. Metode Penyusutan / Amortisasi

a. Metode Penyusutan / Amortisasi Komersial
Diisi dengan metode penyusutan / amortisasi berdasarkan PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan).

b. Metode Penyusutan / Amortisasi Fiskal
Diisi dengan metode penyusutan / amortisasi berdasarkan Fiskal yaitu Metode Penyusutan / Amortisasi Garis Lurus atau Metode Saldo Menurun.

Apabila Metode Penyusutan / Amortisasi Komersial berbeda dengan Fiskal, maka harus dilakukan koreksi Fiskal.

I. Penyusutan / Amortisasi Fiskal Tahun Ini
Diisi dengan besarnya penyusutan / Amortisasi Aktiva Berwujud / Aktiva tidak berwujud yang dibebankan sebagai biaya Penyusutan / Amortisasi pada Tahun ini.

J. Catatan
Diisi dengan informasi yang relevan mengenai Aktiva Berwujud atau Aktiva Tidak Berwujud, antara lain :

1. tahun-tahun revaluasi yang pernah dilakukan

2. fasilitas penanaman modal berupa penyusutan/amortisasi dipercepat.

3. Untuk memudahkan pengecekan dengan neraca bisa juga diisi dengan jumlah Nilai Buku pada akhir tahun.


Formulir Daftar Penyusutan Berbentuk Excel Berbentuk Excel terdiri : 

1. Formulir Daftar Penyusutan Berbentuk Excel Berbentuk Excel Tahun Pajak 2020 silahkan DOWNLOAD DISINI

2. Formulir Daftar Penyusutan Berbentuk Excel Berbentuk Excel Tahun Pajak 2018 silahkan DOWNLOAD DISINI

3. Formulir Daftar Penyusutan Berbentuk Excel Berbentuk Excel Tahun Pajak 2017 silahkan DOWNLOAD DISINI

Artikel Yang Perlu Diketahui :


Cara Dan Contoh Pengisian SPT Tahunan PPh Badan 1771