Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jenis-Jenis Aktiva/Harta Berwujud Yang Termasuk Dalam Kelompok 4 Dalam SPT Tahunan PPh Badan dan PPh Orang Pribadi Yang Menggunakan Pembukuan

Untuk keperluan penyusutan, harta berwujud bukan bangunan sesuai dengan masa manfaat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (6) Undang-undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan dikelompokkan menjadi Kelompok 1, Kelompok 2, Kelompok 3, dan Kelompok 4.

Jenis Aktiva atau Harta berwujud yang termasuk dalam kelompok 4 (empat) digunakan untuk penghitungan biaya penyusutan mulai Tahun Pajak 2009, 2010, 2011, 2012, 2013, 2014, 2015, 2016, 2017, 2018, 2019, 2020 dan seterusnya.

Pengelompokan Jenis Aktiva atau Harta Berwujud tersebut berdasarkan lama masa manfaatnya.

Jenis Aktiva atau Harta Berwujud Kelompok 4 (empat) mempunyai masa manfaat selama 20 (dua puluh) Tahun.

Masa manfaat Aktiva atau Harta Berwujud selama 20 (dua puluh) tahun menunjukan bahwa Aktiva atau Harta Berwujud tersebut hanya boleh di bebankan penyusutannya selama 20 (dua puluh) tahun pajak.

Penyusutan Aktiva atau Harta Berwujud kelompok 4 (empat) dimulai pada bulan dilakukannya pengeluaran, kecuali untuk harta yang masih dalam proses pengerjaan, penyusutannya dimulai pada bulan selesainya pengerjaan harta tersebut. 

Contoh :
PT.Samudera Pelayaran Indonesia membeli Kapal Kargo pada tanggal 26 Desember 2019 sebesar Rp.1.700.000.000 (satu milyar tujuh ratus juta rupiah), maka penyusutan Kapal Kargo dimulai pada bulan Desember 2019.

Jenis-Jenis Aktiva atau Harta Berwujud Yang Termasuk Dalam Kelompok 4 adalah sebagai berikut :

Jenis Usaha

Jenis Harta

Konstruksi

Mesin berat untuk konstruksi

Transportasi dan Pergudangan

a. Lokomotif uap dan tender atas rel. 

b. Lokomotif listrik atas rel, dijalankan dengan batere atau dengan tenaga listrik dari sumber luar. 

c. Lokomotif atas rel lainnya. 

d. Kereta, gerbong penumpang dan barang, termasuk kontainer khusus dibuat dan diperlengkapi untuk ditarik dengan satu alat  atau beberapa alat pengangkutan. 

e. Kapal penumpang, kapal barang, kapal khusus dibuat untuk pengangkutan barang-barang tertentu (misalnya gandum, batu-batuan, biji tambang dan sejenisnya) termasuk kapal pendingin dan kapal tangki, kapal penangkap ikan dan sejenisnya, yang mempunyai berat di atas 1.000 DWT. 

f. Kapal dibuat khusus untuk menghela atau mendorong kapal, kapal suar, kapal pemadam kebakaran, kapal keruk, keran-keran terapung dan sebagainya, yang mempunyai berat di atas 1.000 DWT. 

g. Dok-dok terapung.

Contoh Perhitungan Aktiva atau Harta Berwujud Kelompok 4

PT. Air Kargo Nusantara adalah perusahaan yang mempunyai kegiatan usaha angkutan penumpang dalam negeri.

PT. Air Kargo Nusantara terdaftar sebagai Wajib Pajak sejak tanggal 21 Pebruari 2016.

PT. Air Kargo Nusantara untuk menghitung Pajak Penghasilan Badan berdasarkan Pasal 17 dan 31 E Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan.

Metode penyusutan fiskal yang dipilih oleh PT. Air Kargo Nusantara adalah metode garis lurus.

PT.Air Kargo Nusantara pada tanggal 3 Maret 2019 membeli kapal penumpang seharga Rp.1.500.000.000,00 (satu milyar lima ratus juta rupiah).

Kapal Penumpang tersebut akan dilaporkan dalam SPT Tahunan PPh Badan Tahun 2019 sebagai aktiva tetap kelompok 4 dengan masa manfaat 20 tahun.

Penyusutan Kapal Penumpang dimulai sejak bulan Maret 2019, sehingga untuk tahun pajak 2019 biaya penyusutan Kapal Penumpang diakui selama 10 (sepuluh) bulan dari bulan Maret sampai dengan Desember 2019.

Perhitungan Biaya Penyusutan

a.Harga perolehan : 1.500.000.000

b.Penyusutan 1 (satu) Tahun : 1.500.000.000 x 5 % = 75.000.000

c.Penyusutan 1 (satu) bulan) : 75.000.000 : 12 = 6.250.000

d.Penyusutan Tahun Pajak 2019 : 6.250.000  x 10 = 62,500.000

e.Biaya Penyusutan yang boleh dikurangkan dari Penghasilan Kena Pajak Tahun 2019 adalah sebesar 62.500.000.

Referensi :