13 Juli 2015

Pengertian PPh Pasal 25

Pengertian PPh Pasal 25 adalah :
Besarnya angsuran pajak penghasilan dalam tahun pajak berjalan yang harus dibayar sendiri oleh Wajib Pajak Orang Pribadi maupun Wajib Pajak Badan untuk setiap bulan dari Masa Pajak Januari sampai dengan Masa Pajak Desember.

Angsuran Pajak PPh Pasal 25 harus dibayarkan atau disetorkan setiap bulan paling lambat tanggal 15 bulan berikut. Apabila tanggal 15 merupakan hari libur termasuk hari Sabtu atau hari libur nasional, maka pembayaran atau penyetoran pajak tersebut dapat dilakukan pada hari kerja berikutnya.
Pembayaran atau penyetoran angsuran PPh Pasal 25 dilakukan dengan menggunakan Surat Setoran Pajak (SSP) ke Bank Persepsi atau Kantor Pos.

Contoh :
Untuk PPh Pasal 25 Masa Pajak Januari 2015, maka angsuran PPh Pasal 25 harus disetor atau dibayar paling lambat tanggal 15 Pebruari 2015. Akan tetapi karena Tanggal 15 Pebruari 2015 jatuh pada hari Minggu, maka PPh Pasal 25 Masa Pajak Januari 2015 dapat disetorkan atau dibayarkan pada hari Senin Tanggal 16 Pebruari 2015.

Angsuran Pajak PPh Pasal 25 harus dilaporkan ke Kantor Pelayanan Pajak paling lambat tanggal 20 bulan berikut. Apabila tanggal 20 merupakan hari libur termasuk hari Sabtu atau hari libur nasional, maka pelaporan pajak tersebut dapat dilakukan pada hari kerja berikutnya.  

Contoh :
Untuk masa pajak Mei 2015, maka angsuran PPh Pasal 25 dilaporkan paling lambat tanggal 20 Juni 2015, Akan tetapi karena Tanggal 20 Juni 2015 jatuh pada hari Sabtu, maka PPh Pasal 25 Masa Pajak Mei 2015 dapat dilaporkan pada hari Senin Tanggal 22 Juni 2015.

Besarnya Angsuran  Pajak PPh  Pasal 25 dihitung berdasarkan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi dan SPT Tahunan PPh Badan Tahun Pajak sebelumnya atau data lainnya sesuai ketentuan yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pajak.

Apabila tidak ada hal khusus seperti penerbitan SKPKB hasil pemeriksaan, pengurangan angsuran PPh Pasal 25 dan lain-lain, maka perhitungan PPh Pasal 25 adalah sebagai berikut :
  • Perhitungan Angsuran PPh Pasal 25 untuk Wajib Pajak Badan :
  1. Angsuran PPh Pasal 25 untuk Masa Pajak Januari sampai dengan Maret adalah sebesar Angsuran PPh Pasal 25 Masa Pajak Desember Tahun sebelumnya.
  2. Angsuran PPh Pasal 25 untuk Masa Pajak April sampai dengan Desember adalah sebesar Angsuran PPh Pasal 25 berdasarkan perhitungan Angsuran PPh Pasal 25 yang terdapat dalam SPT Tahunan PPh Badan Tahun Pajak sebelumnya.
  3. Angsuran PPh Pasal 25 tersebut diatas adalah apabila SPT Tahunan PPh Badan Tahun Pajak sebelumnya dilaporkan pada bulan April Tahun berjalan, tetapi apabila SPT Tahunan PPh Badan tersebut dilaporkan sebelum bulan April Tahun berjalan, maka Angsuran PPh Pasal 25 dalam Tahun Berjalan disetorkan berdasarkan perhitungan Angsuran PPh Pasal 25 berdasarkan perhitungan Angsuran PPh Pasal 25 yang terdapat dalam SPT Tahunan PPh Badan tersebut. 
  4. Mulai Masa Pajak Juli 2013 perhitungan Angsuran PPh Pasal  25 untuk Wajib Pajak Badan harus memperhatikan PP Nomor 46 Tahun 2013.
  • Perhitungan Angsuran PPh Pasal 25 untuk Wajib Pajak Orang Pribadi :
  1.  Angsuran PPh Pasal 25 untuk Masa Pajak Januari sampai dengan Pebruari adalah sebesar Angsuran PPh Pasal 25 Masa Pajak Desember Tahun sebelumnya.
  2. Angsuran PPh Pasal 25 untuk Masa Pajak Maret sampai dengan Desember adalah sebesar Angsuran PPh Pasal 25 berdasarkan perhitungan Angsuran PPh Pasal 25 yang terdapat dalam SPT Tahunan PPh Orang Pribadi Tahun Pajak sebelumnya.
  3. Angsuran PPh Pasal 25 tersebut diatas adalah apabila SPT Tahunan PPh Orang Pribadi Tahun Pajak sebelumnya dilaporkan pada bulan Maret Tahun berjalan, tetapi apabila SPT Tahunan PPh Orang Pribadi tersebut dilaporkan sebelum bulan Maret Tahun berjalan, maka Angsuran PPh Pasal 25 dalam Tahun Berjalan disetorkan berdasarkan perhitungan Angsuran PPh Pasal 25 berdasarkan perhitungan Angsuran PPh Pasal 25 yang terdapat dalam SPT Tahunan PPh Orang Pribadi tersebut.  
  4. Mulai Masa Pajak Juli 2013 perhitungan Angsuran PPh Pasal  25 untuk Wajib Pajak Orang Pribadi harus memperhatikan PP Nomor 46 Tahun 2013.

Artikel Yang Perlu Diketahui :
Referensi :